Warga Purwakarta Kangen Ingin Melihat Jalan Mulus

Warga Purwakarta Kangen Ingin Melihat Jalan Mulus

1157
0
SHARE
Jalan Cijantung, Citapen Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatani dan Desa Sulukuning Kecamatan Jatiluhur rusak parah
Jalan Cijantung, Citapen Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatani dan Desa Sulukuning Kecamatan Jatiluhur rusak parah

Purwakarta, (WN) – Saking jarangnya ditemukan jalan mulus di Kabupaten Purwakarta. Sejumlah warga di sekitar Jalan Cijantung, Citapen Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatani dan Desa Sulukuning Kecamatan Jatiluhur, kangen ingin melihat jalan mulus.

“Kapan ya Jalan Cijantung bisa mulus seperti Jalan beton yang dikerjakan Provinsi Jawa Barat. Dari zaman dahulu sampai sekarang kami memimpikannya,” ujar Ayu Indriyani (35), warga Desa Sukajaya saat ditemui wartawan Harian Warta Nasional, Sabtu (26/11/2016).

Warga atau pengendara jalan arteri penghubung Purwakarta-Bandung dikeluhkan pengendara lantaran kondisinya kian mempirhatinkan. Padahal, jalan tersebut berada di jalur vital, yakni intensitas kendaraan yang melintasnya cukup tinggi. Namun, kini hampir di sejumlah titik terlihat kubangan air yang menghambat arus lalulintas.

“Lihat, lubangnya banyak sekali di mana-mana, belum lagi retak. Ini mobil bagus pun rusak lewat jalan ini,” ujar Ayu.

Hal itu juga diserukan R. Hermanto, seorang pemilik usaha warung di Desa Sulukuning. Menurutnya, saat dalam keadaan hujan turun, airnya menggenangi lubang jalan. Kalau enggak hapal akan lubang, wah bisa-bisa kacau. Makanya banyak pengendara yang ambil jalan nekat, padahal bukan jalurnya tapi dia tetap ambil mengambil jalur berlawanan arah,” ujarnya.

Jalan Cijantung menimbulkan keluhan dari para pengguna jalan. Mereka khawatir, kondisi jalan yang  telah berlubang itu bisa membahayakan masyarakat. Untuk itu, mereka berharap kondisi seperti ini tak dibiarkan berlarut-larut oleh pemerintah.

Salah satu pengendara, Dede Nurhasanudin (27) mengaku kesal atas buruknya infrastruktur jalan tersebut. Karena, selain mengganggu mobilitas mereka, adanya jalan rusak ini pun dikhawatirkan menjadi salah satu penyebab kecelakaan.

Apalagi kata dia, jika malam hari. Pastinya, kondisi jalan berlubang dan begerlombang ini sama sekali tidak terlihat.

“Kalau malam hari, atau sedang turun hujan lubang besarnya tidak kelihatan. Ini jelas membahayakan. Apalagi, bagi pengendara sepeda motor seperti saya,” kata Dede.

Sementara Heru Sugianto (33) warga Desa Cijantung Kecamatan Sukatani mengatakan, jalan yang berada tak jauh dari rumahnya pernah hanya ditambal saja, setelah hampir satu bulan tambalan aspal rusak lagi.

“Paling hanya ditambal saja seharusnya diperbaiki terus dibuat saluran air agar jalan tidak gampak rusak,” katanya. (Rekson)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY