Wakil Ketua KPK Zulkarnain Diduga Terima Suap Saat Jadi Kajati Jatim

Wakil Ketua KPK Zulkarnain Diduga Terima Suap Saat Jadi Kajati Jatim

137
0
SHARE

SURABAYA, (WN) – Wakil Ketua KPK yang juga mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa timur ini diduga menerima suap mobil Camry dan juga uang sebesar Rp 5 miliar dari pejabat di Jawa Timur agar tidak dimasukkan dalam daftar orang yang terseret dalam kasus korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM).

Hal tersebut diungkapkan oleh mantan Ketua DPRD Jawa Timur Fathorrasjid. Bagaimana sepak terjang Zulkarnain saat memimpin korps Adhyaksa di Jawa Timur. “Uang itu dalam bentuk dollar Amerika sebesar Rp 5 miliar. Ada juga mobil Toyota Camry hitam,” katanya kepada wartawan saat konferensi pers di Resto Nine Surabaya, Senin (26/1/2015) petang.

Zulkarnain SH MH dilahirkan di Lubuk Basung, Sumatera Barat 1 Desember 1951 silam. Zulkarnain menjabat sebagai Kajati Jatim pada Agustus 2008 hingga September 2009, kemudian ia menjadi staf ahli jaksa agung sampai tahun 2011.

Selama menjadi Kajati Jatim, kasus-kasus besar diungkap oleh jajarannya diantaranya P2EM yang anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 280 miliar.

Kasus lain yang ditangani kasus korupsi pembangunan Pasar Induk Agrobisnis (PIA) Jemundo jilid II. Selain itu, Zulkarnain juga menerbitkan surat penghentian penyidikan (SP3) kasus lumpur Lapindo.

Namun, untuk kasus Lapindo ini ia menampik menangani. Menurut dia, kasus Lapindo sudah ada sejak tahun 2006 sedangkan dirinya menjabat Kajati tahun 2008. ” Itupun yang menangani Polda Jatim, bukan Kejaksaan,” ucapnya saat itu.

Zulkarnain mengaku sempat meminta agar perkara itu diekspose. Namun, kasus Lapindo ini rupanya sudah diekspose lebih dulu oleh Kejaksaan Agung yang meminta Polda Jatim untuk melengkapi berkasnya. Kemudian, karena pihak Kepolisian tidak juga dapat melengkapi alat bukti, lanjut Zulkarnain, penyidikan perkara kasus Lapindo tersebut terpaksa dihentikan. “Mungkin dia (polisi) kesulitan mendapatkan ahli, jadi dihentikan, itu yang terjadi,” katanya.

Saat menanggalkan jabatan sebagai Kajati Jatim dan digantikan M.Farella, banyak PR yang ditinggalkan Zulkarnain. Sesaat setelah M.Farella menjabat Kajati Jatim,pada pers ia mengumumkan jika ia mendapat tinggalan 16 kasus dari Zulkarnain. Kasus-kasus itu akan dievaluasi dan dipercepat hingga ke pengadilan. Sementara itu untuk pidana umum masih terdapat 375 kasus yang ditangani.

Selain meninggalkan PR kasus-kasus korupsi, Zulkarnain juga tercatat memiliki prestasi selama menjabat Kajati Jatim yakni menyelamatkan uang milik negara sebesar Rp 5 miliar lebih. Kejati Jatim juga berhasil mengungkap 130 perkara korupsi itu yang ditangani Pidana Korupsi Kejati Jatim, dan yang berhasil diselesaikan sebanyak 10 perkara. Diantaranya, kasus dugaan korupsi APBD Pemkab Bojonegoro, PT Garam, APBD Mojokerto, DAK Kediri, DAK Madiun dan kasus lainnya. (BJ/RS)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY