TUNTUT SERAHKAN UNIT APARTEMEN, PAKUWON GROUP JUSTRU MENGGUGAT BALIK KONSUMENNYA 30 MILYAR

TUNTUT SERAHKAN UNIT APARTEMEN, PAKUWON GROUP JUSTRU MENGGUGAT BALIK KONSUMENNYA 30 MILYAR

382
0
SHARE

JAKARTA, (WN) – Sungguh ironis nasib Ike Farida salah satu konsumen properti yang telah membayar lunas dan tunai 100 % harga satu unit Apartemen di kawasan Kota Kasablanka Jakarta Selatan,  kini digugat balik pengembang untuk membayar ganti rugi senilai 30 Milyar Rupiah. Sebelumnya, Kuasa Hukum Ike Farida, Stanley Gunadi, S.H., memaparkan bahwa Kliennya memilih untuk menempuh jalur hukum dengan melayangkan Gugatan Wanprestasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bulan Januari 2015 semata-mata hanya untuk memperjuangkan haknya sebagai pembeli.  Pasalnya sejak  tahun 2012 pengembang tak kunjung melakukan serah terima Unit Apartemen ataupun melakukan PPJB sebagaimana janjinya, sekalipun Kliennya telah membayar lunas.

Didalam Gugatannya Ike Farida meminta Majelis Hakim PN Jakarta Selatan agar PT. Elite Prima Hutama  (EPH), selaku anak perusahaan Pakuwon Group, untuk segera memproses penandatanganan PPJB dan AJB, serta menyerahkan asli surat Apartemen berikut kuncinya sebagaimana janjinya.  Didalam perjanjian surat pesanan tercantum bahwa PPJB akan dilakukan dalam waktu 14 hari, faktanya setelah 3 tahunpun EPH tidak penuhi janjinya. Farida juga meminta EPH untuk minta maaf kepadanya melalui media massa.

Menjawab gugatan tersebut, pada tanggal 1 April 2015, EPH melalui kuasa hukumnya mengajukan Jawaban dan Gugatan Rekonpensi kepada Farida. Dalam Gugatan Rekonpensinya, pihak Pakuwon tidak tanggung-tanggung menggugat balik Kliennya dengan menuntut ganti rugi sebesar 30 Milyar Rupiah, dengan menuduh Kliennya telah merusak nama baik ataupun telah melakukan tekanan psikis bagi para direksi dan karyawan EPH. Hal ini semakin membuktikan bahwa benar Pakuwon Group tidak mempunyai itikad baik, dengan fakta tidak mempertimbangkan keadaan dan kemampuan konsumen untuk dituntut ganti rugi 30 Milyar.

Adapun tuntutan 30 Milyar tersebut salah satunya diperuntukkan sebagai biaya marketing pemulihan nama baik Pakuwon Group. Padahal dalam perkara ini yang jelas-jelas dirugikan adalah konsumen Ike Farida dan bukan pihak pengembang. Memperhatikan besarnya nilai tuntutan pakuwon tersebut, serta dihubungkan dengan Ketentuan peraturan perundang-undangan khususnya Pasal 1372 KUHPerdata menyebutkan secara garis besar, “nilai tuntutan kerugian harus memperhatikan keadaan, pangkat, kedudukan, dan kemampuan kedua belah pihak”. Maka jelas membuktikan bahwa Pakuwon Group semakin kelihatan arogansinya terhadap penderitaan nasib konsumennya.

Sudah menjadi hal lumrah, orang kecil selalu ditindas orang yang besar, namun  selama berada dijalan yang benar dan demi tegaknya hukum Ike Farida nampaknya tidak akan gentar sekalipun harus melawan raksasa yang besar. Persidangan Gugatan Wanprestasi Ike Farida selanjutnya akan dilaksanakan pada hari Kamis, 07 Mei 2015 Pkl. 10.00 wib di PN Jakarta Selatan dengan Agenda pengajuan Replik dan Jawaban Rekonpensi Ike Farida. (PRESSRELASE)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY