TUNTASKAN DUGAAN KORUPSI PADA PROYEK OVERLAY DALAM KOTA KUALA TUNGKAL

TUNTASKAN DUGAAN KORUPSI PADA PROYEK OVERLAY DALAM KOTA KUALA TUNGKAL

144
0
SHARE

a TANJAB BARAT, JAMBI (WN) – Proyek overlay dengan pagu dana kurang lebih Rp 6 milyar dari sumber dana Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) Tanjung Jabung Barat, tahun 2013 menyimpang. Yang rute pekerjaannya meliputi dari sebagian jalan bengkinang dan jalan Kalimantan kuala tungkal, pada saat ini terlihat banyak yang rusak parah.

Pasalnya overlay dalam kota di Kecamatan Tungkal Ilir ini di kerjakan asal jadi. Dimana untuk penghamparan aspal nya di lakukan pada saat musim hujan, dengan kondisi dasar yang masih basah. Sehingga kepadatan maupun mutu aspal tidak optimal. Kelihatannya pada seperti tidak ada pengawasan pada saat penghamparan aspal, jadi dengan kondisi dasar yang masih basah hingga membuat kepadatan dan mutu aspal tidak menyatu, ucap syahri ketua DPD-LMR-RI-Tanjab Barat ini kepada Warta Nasional.

Lebih lanjut terkait Realisasi fisik dan anggaran yang tidak relevan, dimana saat pencairan pada bulan januari 2014 untuk APBD 2013 kondisi overlay sudah banyak yang rusak, meskipun pengerjaannya belum lama dikerjakan, atau selesai di kerjakan beberapa hari.

Hingga kni overlay dalam kota kuala tungkal, di rute yang meliputi beberapa ruas jalan di dalam kota kuala tungkal, kondisinya kini terlihat parah. Tidak ada perawatan sama sekali. Hal ini juga di sampaikan oleh ketua DPD-LMR-RI syahril, terkait mengenai LKPJ bupati Tanjab Barat. Pada dewan yang realisasi anggarannya dinyatakan 100% untuk pekerjaan overlay tersebut, namun lebih lagi dalam LKPJ.

Bupati Tanjab Barat yang diterima oleh dewan beberapa waktu yang lalu, Realisasi anggaran dinyatakan 100 persen untuk pekerjaan ini, sementara dari kewajiban rekanan (kontraktor), terkait perawatan selama ini tidak dilaksanakan ataupun ada tindakan untuk perawatan, meskipun limit perawatan sudah habis (6 bulan), jelasnya dari pandangan keadaan overlay yang kondisi fisiknya banyak yang rusak berlobang seakan tidak ada perawatan sama sekali.

Disini syahril mengatakan adanya dugaan perawatan unsure aroma KKN, karena pada masa perawatan tidak ada relisasi perawatan pada jalan yang rusak. Terkait adanya dugaan korupsi syahril menduga jelas adanya indikasi kearah sana alias korupsi sebab seharusnya dana 5% dari kontrak yang diperuntukkan untuk perawatan harus diwujudkan dalam bentuk perbaikan atas kerusakan pada pekerjaan overlay tersebut. Pungkasnya.

Sekretaris Laskar Anti korupsi Indonesia D.P.C Tanjab Barat memberikan komentar. Banyak proyek di kuala tungkal melalui dinas P.U Tanjab Barat. Seperti tempat perencanaan dan kordinasi. LAKI, jelas hal ini hanya merugikan masyarakat. Tanjab Barat agar, KPK jangan pusat saja yang diutamakan dalam memberantas korupsi. Kabupaten Tanjab Barat ini banyak lumbungnya. Masyarakat menjerit, menangis, melihat hukum yang ada di Tanjab barat ini lagi ketiduran. Termakan apa? Sampai hari ini belum kelihatan terjaga. Sampai berita ini diturunkan pihak bina marga belum pernah dikonpermasi. Apa alasannya. (AF)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY