Truk Melebihi Muatan di Jembatan Timbang Penyebab Utama Kerusakan Jalan

Truk Melebihi Muatan di Jembatan Timbang Penyebab Utama Kerusakan Jalan

365
0
SHARE

BITUNG, (WN) – Meski peningkatan pada sisi anggaran proyek sudah diberikan oleh pemerintah pusat serta telah direalisasi oleh pemerintah daerah khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) sendiri tahun 2014. Namun sejumlah proyek jalan tersebut sudah rusak parah, diantaranya kerusakan di jalan Moh Hata, yang menghubungkan antara pusat Kota Bitung dengan Kecamatan Airtembaga di depan pelabuhan Pos Enam Bitung.

Penyebab kerusakan jalan adalah kurangnya pengawasan terhadap Jembatan Timbang yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan yang membiarkan truk lewat Jembatan Timbang melebihi muatan kendaraan dari batas maksimum.

Hasil pengabadian kamera wartawan Harian Warta Nasional didapati adanya kerusakan jalan M. Hata, sehingga mengakibatkan seringnya terjadi kemacetan ketika kendaraan melintas di jalan tersebut. Masyarakat sering kali mengeluhkan soal jalan di sekitar rumah mereka yang rusak parah.

Setiap musim hujan, air dijalan seperti kolam dan ketika musim kemarau debu berterbangan kesana sini. Para sopir sering kali juga mengeluh adanya jalan tersebut yang sudah lama rusak namun seakan akan terjadi pembiaran. Lantas kapan pemerintah memperbaiki jalan ini.?, hal itu disampaikan para sopir angkutan yang kerap kali melintas di jalan tersebut.

Kerusakan jalan didepan pelabuhan persisisnya depan Pelabuhan Feri serta mulai adanya jalan di Kota Bitung bergelombang di banyak titik ruas jalan lebih disebabkan oleh melintasnya truk-truk dengan beban berlebih. Artinya, toleransi nol bagi kendaraan berbeban berlebihan yang ditetapkan Menteri Perhubungan diabaikan.

Jembatan Timbang yang ada diduga tidak berfungsi secara optimal,. Pembiaran aparat terhadap pengguna jalan dibangun dengan kualitas muatan sumbu terberat 10 ton. Sementara jalan lintas daerah Bitung-Manado umumnya hanya dengan muatan sumbu terberat maksimum. Daya angkut kendaraan, mestinya, mematuhi kualifikasi kekuatan jalan.

Padahal, penambahan beban sumbu pada dua roda di satu as (sumbu) menjadi dua kali beban standar akan mengakibatkan pertambahan daya rusak 16 kali. Jika beban sumbu menjadi 3 kali, daya rusak menjadi 81 kali. Sulitnya menerapkan ketentuan kelebihan muatan nol persen bagi para pengusaha muatan karena pembatasan muatan nol persen dianggap mengakibatkan biaya transportasi naik.

Ketua DPW LP-Tipikor Amir Pontoh mengharapkan Dinas Perhubungan tidak pilih kasih dalam menindak armada truk yang sudah jelas melanggar aturan ketentuan muatan undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang angkutan lalu lintas jalan raya.

Diakuinya sebagian jalan negara di Manado rusak akibat truk dengan muatan yang melebihi ketentuan. Seharusnya pihak Dinas Perhubungan menerapkan sistem denda bagi kendaraan yang melebihi daya muatan. Penerapan denda, mengacu dalam Peraturan Daerah diduga tidak difungsikan sebagaimana mestinya per kilogram bagi kendaraan kelebihan muatan di atas 15 persen dan denda Rp150 per kilogram untuk kelebihan muatan kurang dari 15 persen. Di sisi lain, ruas jalan lintas manado-bitung para sopir seringkali mengeluhkan retribusi di jalan atas jumlah berat yang diijinkan sebelum sampai di lokasi jembatan timbang.

Kutipan surat kabar Harian Warta Nasional tentang pernyataan Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Darmadi yang mana untuk mencegah kendaraan berbeban berlebih di jalan harus dengan memperketat pengawasan, baik dari polisi maupun dinas perhubungan. Lebih baik dua instansi itu mengetatkan pengawasan.

Dari sisi industri transportasi sebenarnya saat keluar dari pabrik truk dalam kondisi standar dan sesuai aturan. Maka muatan sumbu terbesarnya takkan mampu lebih dari 10 ton. Dugaan lain menurut Amir Pontoh ada sejumlah bengkel modifikasi yang mampu memperbesar dan meninggikan bak truk,” belum lagi mereka bisa memodifikasi suspensi ban truk agar mampu mengangkut beban berat.

Kerusakan jalan sebetulnya tetap ada solusinya. Bukan sekadar memperbaiki jalan, tetapi menghukum pemilik barang yang biasanya perusahaan besar. Mereka biasanya mengirim barang secara borongan kepada pemilik truk. Kerusakan jalan yang ada di depan pintu masuk pelabuhan feri diduga adanya truk yang melebihi muatan karena minimnya pengawasan serta tingginya toleransi oknum petugas terhadap para sopir truk itu sendiri.

Bayangkan kalau setiap harinya truk dengan muatan berlebih tapi tidak ada tindakan tegas dari para oknum petugas pelabuhan,” sampai kapan pemerintah memperbaiki jalan yang setiap tahunya selalu mengalami kerusakan.

Sudah saatnya semua itu harus diakhiri memberlakukan truk dengan muatan berlebihan namun tidak ada tindakan tegas dari para petugas dilapangan. Kerusakan jalan merupakan masalah besar,” yang sewaktu waktu bisa merengut nyawa bagi siapa saja yang melintasinya.

Amir Pontoh berharap Pengoperasian jembatan timbang itu seharusnya mengacu kepada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang angkutan lalu lintas jalan raya. (korwil)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY