Toyota Astra Finance Menutup-nutupi Buronan Diduga “Pencuri” Mobil dan Barang Berharga

Toyota Astra Finance Menutup-nutupi Buronan Diduga “Pencuri” Mobil dan Barang Berharga

433
0
SHARE

BANDUNG, (WN) – Sebuah kejadian miris menimpa seorang nasabah PT. Toyota Astra Finance (TAF) Service, Totor Gultom, warga Kota Bandung. Mobil milik Totor Gultom bermotor jenis Avanza No Pol. D1801 AAX beserta barang barang berharga didalam mobil dirampas oleh segerombolan orang diduga pencuri dari tangan Parlin Karya Siagian ( saudaranya Totor Gultom -red) pada Jumat, (27/2/2015).

Atas kejadian itu, Totor Gultom langsung mengadukan ke Kepolisian Daerah (Polda), Jawa Barat pada tanggal 1 Maret 2015 dengan no LP: LPB/176/III/2015 Jabar, dalam pengaduan telah terjadi tindak pidana pencurian, kekerasan dan pengeroyokan atas Nama terlapor Saut Sitompul dan Yohannes. Para terlapor saat ini berstatus buron dan sedang dicari polisi.

Bukan itu saja, PT.Toyota Astra Finance (TAF) Services yang beralamat di Jalan l.BKR No.118 Kota Bandung diduga sebagai dalang pesuruh kekerasan hingga menimbulkan perampasan barang barang korban yang ada didalam. Bahkan sejumlah Ormas diantaranya ormas COBRA meminta kepada kepolisian dan pemda untuk menutup usaha PT.Toyota Astra Finance (TAF) Services yang telah merugikan masyarakat.

Hasil liputan wartawan menyebutkan, awal kejadian mengerikan bernuansa pelangaran hukum terjadi di daerah Jalan Gudang Selatan, Kosambi, Kota Bandung. Parlin Karya Siagian dicegat segerombolan orang yang mengaku dari PT.Toyota Astra Finance (TAF) Services.

Menurut Parlin Karya, di tempat parkir, dia didatangi orang mengaku bernama Saut Sitompul ditemani teman temanya. “Mereka membawa saya ke Gudang Selatan, disana kunci mobil dirampas mereka dari saya. Mobil dan semua barang barang yang banyak di mobil mereka curi semuanya, mereka itu maling yang sudah terlatih merampas harta orang. Mereka mungkin sudah membagi bagikan barang barang saya hasil rampasannya, “ujar Karya.

Ketua Pelaksana Ormas Corp Brigade Barisan (COBRA) berjanji akan terus mendesak polisi untuk menangkap para pelaku perampasan. “Tindakan perampasan di tengah jalan adalah prilaku “biadab” yang diduga dimotori oleh PT.Toyota Astra Finance (TAF) Services. Sehingga kasus ini merupakan tindakan di luar prosedur hukum Perkap No.8 yang sudah sangat layak untuk diproses dan di bawa ke ranah hukum.

“Kita mengutuk keras tindakan arogan dan preman yang dilakukan oleh PT.Toyota Astra Finance (TAF) Services ke saudara Totor Gultom dan saudara Karya. Perampasan seperti itu sudah benar benar melanggar hukum.” Ujar ketua.

“Saya harus ikut mendorong agar pihak pihak yang terlibat dalam permasalahan itu segera di proses dan PT.Toyota Astra Finance diberi ganjaran sesuai Permenkeu No.130/PMK.010/2012 tentang pendaftaran jaminan fidusia bagi perusahaan pembiayaan , yang isinya menyebutkan larangan bagi perusahaan pembiayaan melakukan penarikan benda jaminan fidusia berupa kendaraan bermotor baik mobil maupun kendaraan roda dua yang masih menunggak kredit, dengan sangsi tegas berupa pembekuan dan pencabutan ijin usaha, “tambahnya.

Menurutnya, masalah ini merupakan pelanggraran berat, pihak PT.Toyota Astra Finance dan para perampas mobil itu harus di kenai sangsi UU No8 Th 1999 tentang perlindungan komsumen dan UU No24 tahun 1999 tentang jaminan Fidusia.

Bahkan bisa juga di terapkan aturan hukum KUHPidana pasal berlapis seperti 89, pasal 365, pasal 368, pasal 369, pasal 370, pasal 378 permasalahan yang masih berkembang itu sampai saat ini masih dalam pemantauan oleh Ormas COBRA.

Dimana Totor Gultom telah mendatangi PT.Toyota Astra Finance (TAF) Services yangberalamat di Jl.BKR No.118.Kota Bandung dan menanyakan tentang solusi dari pihak PT.Toyota Astra Finance (TAF) Services namun belum ada kepastian apapun.

Sementara wartawan mencoba menemui menager Area tidak bisa di temui akibat lapisan Brigade Polisi dan pagar gedung PT.Toyota Astra Finance masih di tutup dengan rapat. (Arini S / D Sitorus)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY