Tiga Wanita Pemuas Nafsu dan Satu Mucikari Digelandang ke Mapoldasu

Tiga Wanita Pemuas Nafsu dan Satu Mucikari Digelandang ke Mapoldasu

438
0
SHARE

MEDAN, (WN) – Petugas Renakta (Remaja Anak dan Wanita) Dit Reskrimum Polda Sumut kembali menggelar Operasi pemberantasan traffiking, dalam operasi kali ini petugas berhasil mengamankan satu orang mucikari,dan Tiga orang wanita siap pakai dalam urusan dibawah pusat (pemuas nafsu Red) Sabtu (8/11/2014) dini hari.

Pelaku sang mucikari yang kerap kali mencari nafkah dengan menjual wanita pemuas nafsi itu di ketahui bernama Basri Tamba als Andi, (37),warga Jalan Sei Brantas no 4a Medan,di amankan Sabtu (8/11/2014),dini hari dari salah satu kamar di Hotel Gran Aston Jalan Balaikota Medan.

Selain itu dari tempat yang berbeda Petugas juga berhasil mengamankan tiga orang wanita yaitu, Eka Sila (23) warga Jalan, Darusalam No 54 Medan, Airini Tanjung,(24),warga Jalan Brigjen Katamso No. 45 Medan,dan Anggi Lestari Tobing,(16),warga Jalan Darusalam Salon Twin Medan,”ujar Helfi

Saat ini kata Helfi Sang Mucikari dan Ketiga korban traffiking masih dalam pemeriksaan secara intenship diruang penyidik Subdit Renakta. ” kata Kasubdit IV Renakta (Remaja Anak dan Wanita) Reskrimum Polda Sumut AKBP Juliana Situmorang yang disampaikan Kabid Humas Polda Sumut AKBP Helfi Assegaf Sabtu(8/11/2014) sore.

Menurut Helfi, pengrebekan dilakukan dengan cara menyaru sebagai pria hidung belang. Dalam transaksi itu, Basri yang mengaku sebagai mucikari menawarkan ABG. Setiap ABG dipatok Rp 3 Juta per short time, begitu disetujui tampa membuang waktu sang mucikaripun langsung membawa ABG kedalam kamar. Selanjutnya petugaspun langsung meringkus Basri di Hotel Gran Aston Jalan Balaikota Medan,”kata Helfi

Lebih lanjut Helfi menjelaskan Dari tersangka Basri Tamba alias Andi selaku Germo kita juga ada mengamankan barang bukti berupa uang sejumlah Rp 3 juta,dan beberapa unit Handpone serta satu unit sepeda motor Mio,”jelasnya

Sedangkan terhadap tersangka ini diancam dengan 2 UU No 21 tahun2007 tentang perdagangan orang dan pasal 82, pasal 83 uu No 23 taHUN 2002 tentang perlindungan anak dengan anacaman hukuman 15 tahun penjara,”pungkas Helfi. ( Harry/El )

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY