Tersangka Dianggap Pahlawan, Polres Banyuasin Diminta Melepaskan Idrus

Tersangka Dianggap Pahlawan, Polres Banyuasin Diminta Melepaskan Idrus

218
0
SHARE

BANYUASIN, (WN) – Dilematika kasus pembunuhan semakin hari semakin aneh saja,  hal ini terjadi terhadap Idrus (48), warga Desa Talang Lubuk, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

Indrus diamankan oleh aparat Polres Banyuasin dan telah di tetapkan sebagai tersangka utama atas kasus pembunuhan korban Rizal (30) warga yang sama.

Idrus pun diancam dengan pasal 338 jo 170 KUHP dengan ancaman hukuman penjara diatas empat tahun.

Namun dimata warga Desa Talang Lubuk, tersangka Idrus bukanlah pembunuh, namun dia adalah pahlawan bagi masyarakat setempat, karena dengan aksi nekatnya itu warga merasa tenang dan tidak terganggu lagi dengan sikap konyol dari korban Rizal yang selama ini memang dikenal sebagai preman.

Kedatangan 15 orang  perwakilan warga ke Polres Banyuasin untuk menuntut agar Kapolres Banyuasin membebaskan Idrus dari segala tuntutan. “Kami menganggap Idrus bukan pembunuh tapi dia pahlawan bagi kami,”kata seorang warga bernama Iskandar kepada warta nasional, kamis (07/05/2015).

Untuk itu dirinya bersama warga Talang Lubuk datang ke Polres Banyuasin guna menemui Kapolres agar Idrus dibebaskan dari hukuman.

“Korban Rizal ini sudah meresahkan warga, korban merupakan pelaku kejahatan dan sering meresahkan warga, kami merasa senang dia dibunuh,”katanya.
Hal yang sama diakui Tersangka Idrus bahwa aksi pembunuhan yang dilakukannya bersama empat pelaku lainnya karena sudah tidak tahan dengan tingkah laku Korban Rizal yang selalu meresahkan masyarakat. “Jangankan warga,rumah Kades saja didatanginya, katanya.
Dijelaskan Idrus,pembunuhan terhadap korban Rizal ini dilakukan dengan cara di keroyok. “Korban saya bacok pada bagian pinggang dengan parang, katanya.

Kapolres Banyuasin AKBP Julihan Muntaha didampingi Wakapolres Kompol Imam Tarmuji dan Kasat Reskrim AKP Agus Sunandar memahami kondisi yang terjadi di kalangan warga yang memang selama ini resah atas ulah korban Rizal yang terkenal sebagai preman.

Namun yang namanya pembunuhan ada konsekwensi hukumnya. “Saya paham, tapi karena ini pembunuhan maka hak korban juga walaupun dia penjahat sekalipun ada hak untuk dilindungi hukum, dan pelaku sendiri harus mempertanggungjawabkan perbuatanya didepan hukum,”tegas Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, kasus pengroyokan yang berakibat tewasnya Korban Rizal ini terjadi pada pada 5 Mei  2014 di Desa Talang Lubuk Kecamatan Sumber Marga Telang dengan kasus nomor LP B/09/Reskrim/2014. Dengan tersangka utama bernama Idrus (48) warga Desa Talang Lubuk Kecamatan Sumber Marga Telang. Tersangka Idrus ini sempat DPO dan berhasil ditangkap dirumahnya dan tidak melakukan perlawanan kepada petugas.

“Dari keterangan Tersangka Idrus bahwa ada empat pelaku lagi tapi masih DPO, sedangkan dia sebagai pelaku utama yang melakukan pembacokan terhadap punggung korban dengan parang,”jelasnya.
Atas kejadian ini lanjut Kasat Reskrim AKP Agus Sunandar pihaknya telah mengamankan barang bukti baju korban yang berlumur darah dengan saksi istri korban bernama Naya. “Untuk motif pembunuhan,karena warga resah sering di peras oleh korban Rizal ini,sehingga terjadinya aksi pengeroyokan ini,”tandasnya. (Drs/Efri).

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY