Terlantarkan Pekerja, PT. Lorena Dilaporkan ke Disnaker

Terlantarkan Pekerja, PT. Lorena Dilaporkan ke Disnaker

279
0
SHARE

PELALAWAN, (WN) – Lingga Selaku Manager Perkebunan PT. Lorena, beralamat di Desa Segati, Langgam, Pelalawan, Riau mengaku bahwa pekerja yang ada saat ini tidak didaftarkan pada Dinas Tenaga Kerja Pelalawan. Hal itu karena pekerja adalah buruh harian lepas yang tidak terikat, kata Lingga kepada Harian Warta Nasional saat ditemui di kantor PT, Lorena.

Lorena sendiri bergerak dibidang perkebunan Kelapa Sawit yang memiliki luasan 1050 hektar. Dengan mempekerjakan  puluhan tenaga. Akibat perbuatan diskriminasi terhadap pekerja, banyak korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) melapor ke Disnaker.

Salah satunya yang menjadi korban PHK adalah Sonang Simarmata. Sonang dikeluarkan tanpa teguran lisan maupun tertulis. Saat wartawan mempertanyakan hal itu Manajemen PT Lorena, Lingga, mengatakan, kami siap dilaporkan kepada siapapun, kami tidak takut, ujarnya.

Hasil pantuan wartawan, selama ini PT. Lorena  ternyata tidak terdaftar di Disnaker. Diduga tidak taat bayar pajak. Bahkan PT. Lorena  tidak mencantumkan papan nama perusahaan sehingga terlihat seperti perusahaan nakal yang perlu segera ditutup.

Bukan itu saja, perumahan PT. Lorena, sangat kumuh, tidak layak huni. Bahkan, klinik atau pusat kesehatan kebun untuk pekerja tidak ada. Ironinya, buat tempat keagamaan pun di PT. Lorena berupa tempat ibadah non muslim maupun muslim tidak tersedia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pelalawan saat mau ditemui tidak ada ditempat. Menurut pegawainya Sondang Simarmata mengatakan, saya akan menyampaikan masalah ini kepada Kepala Dinas, supaya pihak PT. Lorena  dipanggil untuk diminta penjelasannya. “Bapak juga bisa datang lain kali untuk ketemu Kepala Dinas,” ujar Simarmata.

 

PERAMBAHAN HUTAN  PT LORENA DIPOLISIKAN

Berbagai kasus di PT. Lorena sudah sangat meresahkan. Sebelumnya, penguasaan lahan TNTN dilakukan pihak yang bekerja di PT Lorena. Begitu dicek, ternyata pihak yang bekerja di PT Lorena yang menguasai lahan. Ada sekitar 3.000 hektar lahan yang dikuasai. Tidak terima, pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pelalawan membuat laporan ke polisi.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK mengatakan kasus tersebut diduga dilakukan oleh oknum yang bekerja di PT Lorena. “Kasus ini dilaporkan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan kabupaten Pelalawan,” terangnya.

Keempat saksi yang diperiksa merupakan orang Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pelalawan. Dari terlapor (orang di PT Lorena). Penguasaan lahan TNTN dilakukan pihak yang bekerja di PT Lorena sudah berlangsung 1 tahun. Lahan sudah ditanami sawit. (Henrik ,S ,AH Harahap/TIM)

 

 

 

 

 

 

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY