Tanah Galian Menumpuk, Pembetonan Drainase Terkesan Asal Jadi

Tanah Galian Menumpuk, Pembetonan Drainase Terkesan Asal Jadi

192
0
SHARE

MEDAN, (WN) – Direktur Eksekutif LSM Barisan Rakyat Pemerhati Korupsi (BARAPAKSI), Otti Saifuddin Batubara kecewa terhadap pengerjaan drainase di Jalan Pimpinan dan Jalan Permai, Kecamatan Medan Perjuangan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, dimana tanah galian menumpuk membuat penguna jala terganggu dan pembetonan drainase terkesan asal jadi.

Hal ini di sampaikan kepada wartawan Minggu (23/11) di kediamannya, kata Otti, “tanah korekan dijalan Permai dan jalan Pimpinan Kec Medan Perjuangan itu dibisniskan, ada kerjasama rekanan proyek dengan Kepala KUPT 3 Kota Medan,” ucapnya

“Tanpa mereka memikirkan semakin sempit jalan itu akibat tanah galian menumpuk memakan badan, silahkan saja tanyak kalian kepada Kepala KUPT 3, tanah korekan itu tidak diangkat menunggu pembeli baru bisa diangkat mereka, ini merupakan bagian dari permainan mereka.” Beber Otti.

Belum lagi, Rekanan PU Kota Medan tersebut dalam mengerjakan drainase terkesan mengejar target ataupun termin pembayaran sehingga kualitas yang dikerjakan tidak maksimal karena campuran semen dan pasir dan batu tidak sesuai atau tidak berbanding” akbatnya titi yang dibangun Dinas PU Kota Medan runtuh.

“Titi yang di bangun Dinas PU Kota Medan tersebut rubuh di depan warnet Ucok, Membuktikan kebobrokan pengerjaan tersebut ini diakibatkan karena campuran kacoan semen tidak sebanding, mana ada kekuatan kalau Semen 1 zak lalu pasir 10 kereta sorong, dapat dipastikan daya rekat tidak ada akibatnya titi warga yang dibangun tersebut runtuh.

Disebabkan tidak sesuai spesifikasi teknis sebagaiman diatur pada standard operasional prosedur dalam pengerjaan pembetonan.” Tegas Otti.

Sementara, Salah seorang warga Jalan Permai, Kel. Sidorame Timur Kec. Medan perjuangan P.Harry Silaen,SH, yang juga ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Pemberdayan Anak Bangsa Indonesia (FPABIN) kepada wartawan mengatakan, setiap dirinya hendak bekerja melewati jalan yang sedang dibangun drainase ini, terpaksa harus berputar dengan jarak tempuh yang semakin jauh.

“Kita sangat kesal dengan ulah kontraktor yang membangun drainase ini, sebab tanah yang mereka gali memakan badan jalan sehingga membuat jalan semakin sempit dan akan rawan kecelakaan,” Kepada Bapak Walikota Medan dan Kadis Bina Marga Kota Medan, agar memperhatikan Proyek Drainase yang sedang dikerjakan tersebut, ucapnya.

Hal senada juga disampaikan, Nani (52) salah seorang warga jalan pimpinan mengeluhkan sejumlah tanah galian menumpuk memenuhi badan jalan sangat mengganggu aktivitas kami warga disini apalagi pengendara yang melintas.

“Sangat mengganggu sekali galian tanah dari parit itu. Apalagi kalau hujan, becek dan licin, membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintasi proyek tersebut,” ucapnya.

“Pihak rekanan seharusnya memikirkan keselamatan pengendara yang melintas. Karena, jalan sudah sangat sempit, ditambah lagi tanah galian yang berserakan itu, membuat pengendara semakin kewalahan melintas,” jelasnya. (Sof/Bos)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY