Tak Jadi Nyuruh Risma Lawan Ahok, Jika Kalah Kehilangan Semuanya

Tak Jadi Nyuruh Risma Lawan Ahok, Jika Kalah Kehilangan Semuanya

1179
0
SHARE
Tri Rismaharini dan Basuki Tjahaja Purnama
Tri Rismaharini dan Basuki Tjahaja Purnama

Jakarta, (WN) – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sokarno Putri masih mempertimbangkan segala kemungkinan jika Tri Rismaharini (Risma) untuk maju di Pilkada DKI 2017 melawan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sebab, jika tidak menang di DKI, Risma akan kehilangan posisinya sebagai Walikota Surabaya.

“Dia maju, maka harus mundur (sebagai wali kota).‎ Dia maju ke DKI dengan tingkat kemenangan yang belum 50 persen, bisa hilang di Jakarta dan lepas jabatan di Surabaya,” ungkap Burhanuddin, pengamat politik.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat memastikan kabar yang menyebutkan Megawati sudah meminta Risma maju di Pilkada tidak benar.

“Kalau siapa, kabar darimana? Kan gitu kan, dan saya pastikan itu belum,” kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2016).

Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan, segala kemungkinan masih dibahas di DPP PDI Perjuangan. Sampai saat ini belum ada perintah khusus dari Megawati terkait arah politik PDI Perjuangan di Pilkada DKI.

Kabar lain juga menyebut Risma akan dipasangkan dengan Djarot. Keduanya disebut-sebut sebagai kader PDI Perjuangan yang paling kuat menantang petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Tapi, lagi-lagi Djarot membantah kabar itu.

“Enggak tahu saya,” ujar Djarot sembari melempar senyum.

Ungkapan lazim Djarot pun terucap lagi. Ia bilang, sebagai kader partai ia siap kalau diminta mencalonkan diri. “Saya ini kader partai, diatur dalam AD/ART kemudian siapapun yang ditugaskan dan diputuskan dalam rapat pleno partai ya harus siap dong, DKI satu, DKI dua siap,” ungkap Djarot

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY