Surat Dewan Pertimbangan POGI Serang Dipertanyakan

Surat Dewan Pertimbangan POGI Serang Dipertanyakan

213
0
SHARE

TANGERANG, (WN) – Surat dari Pengurus Dewan Pertimbangan POGI Cabang Serang tertanggal 26 Maret 2014 No. 01/sk/DPC/2014, yang ditandatangani oleh Dr Dachrial Daud SpOG sebagai ketua, dan ditujukan kepada Ketua POGI Cabang Serang, sangat dipertanyakan oleh dr Hj Ira Simatupang SpOG, sebagai salah satu objek dalam surat tersebut, sekaligus dokter yang sangat dirugikan oleh isi surat dimaksud.

Kuasa Hukum dr Hj Ira Simatupang SpOG memaparkan kepada wartawan, bahwa isi surat Dewan Pertimbangan POGI Cabang Serang cenderung tendensius dan mengada-ada. Bahkan telah mengarah pada fitnah dan pencemaran nama baik dr Ira sebagi dokter spesialis kandungan, dan dikhwatirkan akan berimbas negatif terhadap profesinya sebagai dokter spesialis kandungan, yang selama ini dikenal masyarakat Tangerang sangat berjiwa sosial, terutama terhadap pasien miskin yang ditanganinya.

Hal-hal yang disebut dalam surat terkait dr Hj Ira Simatupang, isinya cenderung memojokkan posisi dr Hj Ira Simatupang sebagai dokter. Pada poin (a) isi surat disebut bahwa: yang bersangkutan (dr Ira) tidak mampu memberi respek yang wajar kepada pimpinan tempatnya bekerja yang menjalankan tugas dan wewenang sesuai kedudukannya.

Pernyataan ini sangat tidak berdasar, tidak jelas dari mana dan dari siapa data dan faktanya, sehingga Dewan Pertimbangan Cabang POGI Serang dapat membuat kesimpulan seperti itu. Mengingat dr Hj Ira Simatupang melakukan praktek pada tiga rumah sakit, maka perlu dijelaskan pimpinan tempat bekerja dr Ira yang mana yang merasa tidak mendapat respek yang wajar dari dr Ira. Fakta memperlihatkan bahwa hubungan dr Hj Ira Simatupang SpOG dengan para pimpinannya pada ketiga rumah sakit tempatnya praktek cukup harmonis dan baik-baik saja. Buktinya sampai sekarang dirinya masih dipercaya melakukan praktekuntuk menangani pasien, sesuai spesialisasinya pada. ketiga rumah sakit itu.

Selanjutnya pad poin (b) disebut bahwa dr Hj Ira Simatupang SpOG melakukan tindakan-tindakan medik yang tidak merupakan ketentuan baku dalam standar profesi maupun protokol di tempatnya bekerja.

Tuduhan ini pun sangat tidak jelas dan mengada-ada. Cenderung menyudutkan dr Ira. Mengingat selama ini tidak ada pasien yang komplein selama ditangani olehnya. Semuanya berjalan dengan normal sesuai standar pelayanan. Kalaupun pada saat dan kasus tertentu terpaksa dilakukan tindakan.darurat, hal itu adalah demi keselamatan pasien, dan masih dalam batas kewajaran. Terbukti pula bahwa para pasien yang ditangani dr Ira umumnya merasa puas dan senang dengan pelayanan yang diterima mereka.

Kemudian pada poin (c) disebut bahwa; yang bersangkutan cenderung menyusun pembenaran subyektif sebagai satu-satunya acuan dalam tindakan yang dilakukannya, terhadap semua hal yang terkait materi yang diadukan.

Pada poin ini tidak jelas siapa yang mengadu, dan hal apa yangdiadukan. Dewan Pertimbangan Cabang POGI Serang seyogianya juga perlu menjelaskan seperti apa dan bagaimana kebenaran yang obyektif dimaksud, sebelum menyimpulkan bahwa dr Hj Ira Simatupang SpOG cenderung menyusun pembenaran subyektif, Kenyataannya dr Ira sesungguhnya hanya membela diri, karena dia memang tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan profesinya sebagai dokter. Jadi bukan menyusun pembenaran subyektif terhadap dirinya.

Menilik isi surat dari Dewan Pertimbangan Cabang POGI Serang yang tidak berdasarkan data dan fakta yang obyektif, dan nara sumber yang juga tidak jelas, maka kuat terindikasi bahwa Pengurus Dewan Pertimbangan Cabang POGI Serang telah dimanfaatkan dan diperalat oleh oknum dokter tertentu untuk melakukan tindakan tertentu, demi kepentingan pribadi,dengan memojokkan dr Hj Ira Simatupang SpOG, Hal itu diduga kuat dilakukan oleh yang bersangkutan karena niat dan usahanya mencederai dan mempermalukan dr Hj Ira Simatupang sebelumnya ternyata tidak berhasil. (syahri)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY