SK Bupati Dibatalkan PTUN, 4 SMK Potong “Tumpeng”

SK Bupati Dibatalkan PTUN, 4 SMK Potong “Tumpeng”

116
0
SHARE

PURWAKARTA,(GM).- Perjuangan kebenaran empat sekolah SMK rupanya tidak sia-sia, mereka akhirnya menang telat melawan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Untuk itulah sekolah merayakan kemenangan. “Para SMK telah memotong “Tumpung” sebagai ucapan syukur atas Kemenangan,” ujar para Kepala Sekolah saat ditemui wartawan hari ini.

“Surat Keputusan (SK) Bupati Purwakarta No. 421.5/Kep-297-Disdikpora/2014 tentang lara¬ngan menerima peserta didik baru bagi sekolah tertentu diputuskan Pengadilan Negeri Tata Usa¬ha Bandung batal demi hukum. SK itu sudah masuk sampah dan tidak berguna lagi, “ imbuh Kepala Sekolah Bintar.

Empat sekolah yang dimaksud, SMK Bina Taruna Pur¬wa¬karta, SMK Teknik Industri Pur-wakarta, SMK Yayasan Pendi¬dikan Bangsa Purwakarta, dan SMK Prabu Sakti 2 Purwakarta. Alasan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, keempat SMK tersebut sering melakukan tawuran.

Dalam persidangan di PTUN Bandung, para penggugat menghadirkan saksi ahli, yaitu Prof. Dr. H.M. Mohammad Surya (Guru Besar Psikologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia/-mantan Ketua Umum PB PGRI) dan Prof. Dr. H. Asep Warlan Yu¬suf, S.H., M.H. (Guru Besar Hu¬kum Adminitrasi Negara dan Tata Usaha Negara Unpar Bandung).

Dalam kesaksiannya, Moh. Sur¬ya menerangkan, tindakan Bupati Purwakarta dengan me¬nerbitkan SK pelarangan PPDB dilakukan dengan pendekatan yang terlalu birokratis kekuasaan, tanpa melihat rambu atau etika pendidikan.

Sedangkan Asep Warlan me¬ngatakan, tindakan bupati dalam menerbitkan SK Pelarangan PPDB bagi SMK swasta tertentu, tidak meng¬indahkan asas-asas umum peme¬rintahan yang baik. Terutama asas kecermatan, kehati-hatian, kepastian hukum, proporsionalitas, dan asas persamaan, sebagimana diamanatkan UU Sisdiknas.

Atas dasar tersebut, Majelis Hakim PTUN Bandung akhirnya memutuskan SK Bupati Purwakarta batal demi hukum serta melanggar asas proporsionalitas dan asas persamaan. Juga menghukum Bupati Purwakarta untuk mencabut SK tersebut serta membayar biaya perkara sebesar Rp 5.700.000. (Wt)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY