Setelah Reformasi, Justru SBY Orang yang Tidak Berjasa Dalam Demokrasi

Setelah Reformasi, Justru SBY Orang yang Tidak Berjasa Dalam Demokrasi

316
0
SHARE

JAKARTA, (WN) – Pengamat Politik dari Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, menilai Presiden SBY sama sekali tidak berjasa dalam demokrasi di Indonesia. Namun, justru SBY dimuliakan dalam proses demokrasi.

“SBY dianggap bapak paling demokrasi, padahal dia tidak berjasa dalam demokrasi,” kata Ray dalam diskusi politik di Cafe Deli, Jakarta Pusat, Senin (6/10).

Ray mempertanyakan peran SBY saat perjuangan menuju reformasi pada 1998. Namun, setelah reformasi, justru SBY orang yang paling menikmati demokrasi. Bahkan, SBY mendapat tujuh penghargaan kehormatan dari dunia internasional yang di antaranya memberi gelar Doctor Honoris Causa.

Menurutnya, SBY sangat kelihatan tidak mendukung demokrasi saat ada aksi walk out (WO) Partai Demokrat dalam rapat paripurna pembahasan RUU Pilkada di DPR. Setelah UU Pilkada disahkan, SBY malah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu). (SON)

Menurutnya, Perppu tersebut hanya pencitraan SBY di mata masyarakat. Dia menilai SBY main-main dengan demokrasi. “Seolah-olah SBY tokoh demokrasi di dunia, tapi dia tidak punya keinginan kuat untuk mempertahankan demokrasi kita,” ujarnya.

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY