Septian Disebut-sebut Bos Pungli di Cileunyi

Septian Disebut-sebut Bos Pungli di Cileunyi

476
0
SHARE
Kasie Pemerintahan Kecamatan Cileunyi, Septian Seventiar bersama wartawan Harian Warta Nasional di kantor Kecamatan Cileunyi pada hari ini, Selasa (18/4/2017).
Kasie Pemerintahan Kecamatan Cileunyi, Septian Seventiar bersama wartawan Harian Warta Nasional di kantor Kecamatan Cileunyi pada hari ini, Selasa (18/4/2017).

Bandung, (WN) – Maraknya Pungutan Liar (Pungli) dalam pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik di sejumlah Pemerintahan Desa di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung susah untuk dicegah.

Pasalnya, Kasie Pemerintahan Kecamatan Cileunyi, Septian Seventiar disebut-sebut sebagai bos-nya pungli selaku pembina pegawai di tingkat desa.

“Selagi Septian menjabat sebagai Kasie Pemerintahan Kecamatan, susah untuk menghilangkan pungli di lingkungan Desa. Karena sudah menjadi mata rantai yang tak terpisahkan,” ujar Ketua LP Tipikor, Jonathan, Selasa (18/4/2017).

Pihak Desa kata Jonathan hanya menjalankan instruksi atasannya (Kasie) di Kecamatan. Jika pihak Kecamatan menyebut blangko KTP habis, pihak Desa tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi jika ada uang, blangko baru bisa dikasihkan ke Desa.

Pengurusan KTP, KK dan lainnya dari Desa ke Kecamatan harus melalui Kasie pemerintahan Kecamatan yang punya wewenang mempercepat dan memperlambat.

“Saya sudah tanya ke Desa, proses pengurusan KTP sangat lama karena blangko KTP-nya selalu habis. Tapi kalau ditawari sejumlah uang, proses pengurusan KTP bisa cepat,” kata Jonathan.

Modusnya pungli oknum petugas di kecamatan sudah berlangsung lama, untuk pengurusan KTP elektronik saja agar diproses lebih cepat harus bayar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu perKTP.

Sedangkan Kasie Pemerintahan Kecamatan Cileunyi, Septian Seventian membenarkan saat ini blangko KTP habis. “Blangko KTP habis,” ujarnya. (Hermanto)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY