Selain Aduan Korupsi, Kualitas Anies Lebih Buruk di Kemendikbud

Selain Aduan Korupsi, Kualitas Anies Lebih Buruk di Kemendikbud

7325
0
SHARE
Anies Rasyid Baswedan..
Anies Rasyid Baswedan..

Jakarta, (WN) – Direktur Lembaga Pemantau Akuntabilitas Pendidikan (LPAP) Abi Rekso membenarkan kualitas calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memimpin Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) dinilai lebih buruk dari pemimpin sebelumnya yaitu mantan Menteri Pendidikan, Prof Mohammad Nuh.

“Jika membandingkan kepemimpinan Anies, terbilang sulit untuk menyetarakan ke masa M Nuh. Karena dimasa Anies tidak ada perubahan yang signifikan,” ujar Direktur LPAP, Abi Rekso, Senin (13/3/2017).

Penilaian LPAP diukur berdasarkan indikator kompetensi guru, indeks prestasi sekolah dan angka perkelahian siswa. Turut hadir dalam diskusi ini sebagai pemateri antara lain, peneliti anggaran Seknas FITRA Gulfino Guevarrato dan peneliti LIPI Anggi Afriansyah.

Bahkan semasa Anies Baswedan menjadi mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dugaan korupsi terus mengemuka.

Buntutnya, Anies dilaporkan ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terkait dugaan korupsi sebesar Rp 146 miliar atas penggunaan dana di pameran Frankfurt Book Fair 2015, saat Anie menjabat sebagai Mendikbud.

Pengaduan resmi Anies ke KPK disampaikan oleh Andar M. Situmorang selaku Direktur Eksekutif GACD (Government Against Corruption and Discrimination).

“Anies sudah kita laporkan terkait korupsi pameran buku di Jerman mulai 14-18 Oktober 2015 dengan biaya Rp 146 miliar. Kita berharap kasus ini segera dibuka dengan terang benderang,” ujar Ketua GACD, Andar Situmorang.

Sementara Anies Baswedan dalam menanggapi pelaporan GACD tersebut dengan mengatakan, jumlah besaran anggaran pameran yang fantastis itu benar adanya. Namun, anggaran itu disusun dan diteken oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) sebelumnya, Muhammad Nuh.

“Saya hanya melaksanakan program yang sudah dianggarkan,” ujar Anies. (Edward/ Wilson)

u
Surat Bukti Pelaporan Anies Baswedan ke KPK

 

 

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY