SBY Jangan Ngotot, Tidak Ada yang Menyadap

SBY Jangan Ngotot, Tidak Ada yang Menyadap

2552
0
SHARE
Gubernur DKI Jakata Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Gubernur DKI Jakata Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Jakarta, (WN) – Pernyataan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merasa teleponnya disadap saat menghubungi Ketua MUI KH Ma’ruf Amin dibantah ramai-ramai oleh Istana Presiden, Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Bahkan SBY dinilai hanya memanaskan situasi yang terjadi di bangsa ini dengan memanfaatkan polemik antara Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Ahok dan tim pengacaranya di Persidangan soal keluarnya Fatwa MUI.

“SBY ini memanaskan situasi di persidangan Ahok dengan menarik persoalan teknis hukum ke dalam politik dan menuntut penyelesaian secara politik melalui keinginannya untuk bertemu langsung dengan Presiden Jokowi (Joko Widodo) untuk bicara blak-blakan,” ujar Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus, di Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Hal itu diketahui setelah pihak Istana Negera melalui Menteri Sekretariat Kabinet (Seskab), Pramono Anung mengaku sama sekali tidak ada perintah soal penyadapan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa heran isu yang disampaikan Ahok di persidangan dikaitkan dengan dirinya.

“Itu kan isu pengadilan dan yang berbicara itu kan Pak Ahok dan pengacaranya Pak Ahok. Iya kan? Lah kok barangnya digiring ke saya? Kan enggak ada hubungannya,” ujar Jokowi.

“Yang berbicara itu, tanyakan saja. Tanyakan saja ke yang bicara. Jangan barangnya dibawa ke saya,” ujar Jokowi.

Hal yang sama juga diutarakan pihak Polri juga membantah melakukan penyadapan terhadap Presiden SBY.

Polri tidak ada (penyadapan) itu,” kata Wakapolri Komjen Syafruddin di kompleks Sekretariat Negara (Setneg) Jakarta, kemarin.

“Penyadapan tidak bisa sembarangan. Teroris dan gembong narkoba yang kami sadap karena itu ada hukumnya. Kalau tidak ada hukumnya ya tidak boleh,” tambahnya.

Sedangkan Badan Intelijen Negara (BIN) juga membantah telah menjadi pihak yang memberikan data percakapan antara SBY dan Ketua MUI, Ma’aruf Amin.

Deputi VI Komunikasi dan Informasi BIN Brigjen Sundawan Salya juga membantah.

“Melalui klarifikasi resmi ini terkait informasi tentang adanyan komunikasi antara Ketua MUI dengan SBY, maka bersama ini BIN menegaskan informasi tersebut bukan berasal dari BIN,” ujar Sundawan. (Wilson)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY