Satu Tahun Buron, Pelaku Pembunuh Ayah Kandung Diciduk Polisi

Satu Tahun Buron, Pelaku Pembunuh Ayah Kandung Diciduk Polisi

258
0
SHARE

BANYUASIN, (WN) – Peristiwa pembunuhan terhadap korban almarhur Basahil Bin Soba (41) yang dilakukan tersangka yang merupakan anak kandungnya, Ardiansyah alias Adi (20), terjadi pada 4 Desember 2013 jam 15.00 WIB di pinggir jalan depan rumah korban di Dusun I, Rt O1, Rw O1, Desa Rimba Terap, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan berhasil di bekuk jajaran Buser Polres Banyuasin. Senin (8/12/14).

Kejadian berawal ketika korban berada di dalam mobil untuk mengantar pesanan atap nipah ke kelurahan Seterio, tiba-tiba tersangka melempar korban dengan menggunakan batu koral ke arah mobil yang sedang di kendarai korban dengan No Pol BG 9478 LB, sehingga korban terkena lemparan batu di bagian belakang kepala dan luka memar di bagian mata sebelah kanan, warga sempat membawa korban ke RSUD Banyuasin bahkan sempat di rujuk ke RSMH Palembang, namun nyawa korban tidak dapat di selamatkan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Banyuasin, Iptu Hermianto, mengatakan tersangka masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) karena setelah 1 tahun lebih tersangka melarikan diri dan bersembunyi di Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin. ” Penangkapan terhadap tersangka dilakukan di rumah korban, tanpa perlawanan “, ujar Hermianto kepada wartawan.

Ketika di temui di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Banyuasin, tersangka mengakui khilaf telah melempar bapaknya dengan batu koral. ” Saya tidak sengaja pak, tanpa sadar saya melempar batu koral yang saya ambil di jalan “, kilahnya.

Namun ketika ditanya penyidik apakah pernah memukuli ibu dan mematahkan tangan adiknya korban mengakui melakukan itu, karena di nasehati agar berhenti minuman keras dan memakai narkoba.
Sementara itu Kanit UPPA Polres Banyuasin IPTU Amrulah mengatakan tersangka masih kita mintai keterangan terkait dengan tindakan kekerasan yang dilakukan kepada ayah kandungnya. ” Tersangka akan di jerat Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pasal 44 ayat 3 dengan ancaman 15 tahun penjara”.

Menyikapi permasalahan kekerasan dalam rumah tangga ini, pemerhati masalah sosial dan juga ketua LSM Generasi Independen Bakti Anak Sriwijaya (GIBAS) Kabupaten Banyuasin, Ir. Erikshien. MD, mengatakan konflik dalam keluarga sekecil apapun harus segera di selesaikan dan kuncinya adalah keterbukaan dalam anggota keluarga, dan yang tak kalah penting adalah Pendidikan. (drs)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY