Satu Kelurga Bersama Keponakan Terlibat Trafficking dan Penganiayaan

Satu Kelurga Bersama Keponakan Terlibat Trafficking dan Penganiayaan

478
0
SHARE

MEDAN, (WN) – Kasus penganiayaan dan perdagangan manusia yang dilakukan H Syamsul Anwar dan istrinya, serta anak dan pekerjanya, masih didalami Sat Reskrim Polresta Medan. Ketujuh tersangka juga sudah kita kenakan pasal perdagangan Manusia, kata Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Iswanto Bram, Minggu (30/11).

Ketujuh tersangka yaitu Syamsul Anwar dan istrinya Radika, anaknya M Tariq, dan keponakan nya Zakir beserta dua pekerja yaitu Kiki Andika dan Bahri dan seorang supir bernama Fery. Polisi menyangkakan pasal baru kepada pelaku penganiayaan yang menewaskan seorang pembantu rumaha tangga ( PRT ) yang bernama Cici di medan.

Para tersangka diduga telah memperlakukan pembantu rumah tangga ini untuk disalurkannya dengan cara tidak manusiawi. Penganiayaan yang dilakukan tersangka menyebabkan tewasnya Cici (30), seorang pekerja asal Jawa Tengah pada tanggal 28 Oktober lalu. Perempuan itu dibuang ke kawasan Barus Jahe, Karo, dan mayat nya kemudian ditemukan sebagai Mrs X pada tangal 31 Oktober 2014. Korban dimakamkan pihak rumah sakit di Kaban Jahe, Karo.

Dalam pengembangan kasus ini Polisi juga menemukan lebih dari 100 KTP perempuan, asal Medan dan pulau Jawa beserta salinan penyaluran PRT ke sejumlah majikan di Sumut. Dokumen itu ditemukan di rumah tempat tinggal Syamsul Anwar yang juga dijadikan lokasi penampungan di Jl. Beo simpang Jl. Angsa.

Ditemukan pula sejumlah Kliping pemberitaan media massa mengenai PRT yang kabur karena tidak tahan. Mereka yang diberitakan diduga sebagai pekerja yang disalurkan pelaku melalui CV. Maju Jaya milik Syamsul Anwar. Dugaan trafficking terungkap setelah polisi menemukan fakta para majikan yang ingin memakai jasa para PRT itu harus menebus hingga Rp.16 juta per orang.

Majikan juga diminta mentransper gaji ke rekening yang dibuatkan dan disebutkan sebagai rekening si pembantu. kita akan cek apakah setelah selesai masa kontraknya, gaji itu benar dibayar ke si pembantu, atau tidak. kami akan pastikan, begitu juga dengan dokumen dan KTP yang kita temukan disaat Penggerebekan, kita akan cek keberadaan orang atas Nama dan Alamat sesuai KTP tersebut, tegas Wahyu Bram.

Syamsul Anwar cs dijerat dengan pasal yang berlapis. Sebelumnya mereka dikenakan pasal pembunuhan, penganiayaan, kekerasan dalam rumah tangga, pengeroyokan, menyembunyikan mayat, dan perdangan manusia. Mereka dikenakan Pasal 338, 351, 170, 221, KUHP dan UU KDRT serta UU Pemberantasan Tindak pidana perdagangan orang, tegas Wahyu Bram.

Penganiayaan terhadap PRT itu terungkap setelah petugas menggerebek rumah milik penyalur tenaga kerja CV. Maju Jaya di Jl. Beo simpang Jl. Angsa/ Madong Lubis, Kel. Sidodadi Kec. Medan Timur, ( Kota Medan ), Kamis (27/11) sore. Dari rumah Syamsul Anwar diselamatkan Tiga PRT perempuan, Yaitu Endang Murdaningsih (55) asal Madura, Anis Rahayu (25) asal Malang dan Rukmiati (43) asal Demak,

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Iswanto Bram, menyampaikan kepada wartawan harian warta nasional, Minggu (30/11). Kita akan mengusut tuntas kasus ini, ketiga ibu PRT tersebut belum bisa kita kembalikan ke asalnya, karena kita masih melakukan penyelidikan dan pengembangan dalam kasus ini, jadi ketiga ibu PRT ini sangat kita butuhkan sebagai saksi. Mengenai kebutuhan sehari-hari untuk ke tiga ibu PRT dan hingga nantinya ibu PRT ini dikembalikan ke asalnya, akan menjadi tanggung jawab kita, tegas Wahyu Bram. ( Harry )

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY