Relawan Politik Marak Karena Rakyat Kecewa Parpol

Relawan Politik Marak Karena Rakyat Kecewa Parpol

1200
0
SHARE

Jakarta, (WN) – Relawan politik jadi trend sejak pencalonan Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto menjadi Presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2014.

Kini gerakan relawan itu semakin mengemuka dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta. Salah satu contohnya yakni Teman Ahok, yang terbentuk untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI 2017.

“Maraknya gerakan relawan politik tak lain karena rakyat banyak yang kecewa dengan para Partai Politik (Parpol) yang terlibat tindak pidana korupsi. Saat ada figur pemimpin yang bersih rakyat pun mulai berbondong-bondong menyukai dan mendukungnya dengan membentuk relawan politik,” ujar Ketua LP-Tipikor, Jonathan Pasaribu kepada Harian Warta Nasional, Minggu (19/6/2016).

Sementara menurut Direktur Eksekutif Indostrategi, Andar Nubowo disebabkan kekecewaan dan ketidak percayaan masyarakat terhadap partai politik (parpol). Parpol cenderung transaksional. “Gerakan kerelawanan menganggap partai politik sudah tidak sebangun dan sejalan dengan aspirasi publik,” kata Andar.

Sekadar contoh, di wilayah Bangka Belitung (Babel) juga muncul gerakan relawan yang mendukung Erzaldi Rosman sebagai calon gubernur (cagub) Babel. Gerakan ini bernama Kawan Erzaldi.

“Fenomena relawan politik, baik Teman Ahok, Relawan Risma, ataupun Kawan Erzaldi, merupakan suatu hal yang positif, artinya publik sekarang punya partisipasi politik yang meningkat,” ujarnya.

Menurut Ketua LSM Kobar Eddy, dukungan yang diberikan relawan murni datang dari akar rumput. “Relawan ini adalah orang-orang yang sangat peduli terhadap negara.

Munculnya relawan politik, baik Teman Ahok, Relawan Risma, ataupun Kawan Erzaldi yang lagi hangat-hangatnya saat ini, harus disyukuri karena itu bisa menjadi bagian dari keseimbangan politik,” pungkasnya. (Rekson/Wilson)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY