Reformasi Hukum Jokowi Tumpul di Kasus Munir dan Jessica

Reformasi Hukum Jokowi Tumpul di Kasus Munir dan Jessica

892
0
SHARE
Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

Jakarta, (WN) – Di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam melakukan reformasi hukum hanya retorika semata tanpa bukti nyata.

Hal itu terlihat dari tumpulnya penuntasan kasus Jessica Kumala Wongso dan kasus Munir yang memperlihatkan kebusukan institusi institusi penegak hukum.

“Institusi penegak hukum tidak memberikan hak-hak bagi warga negara, termasuk rasa aman kepada seluruh warga kita,” ujar Ketua LSM Kobar Eddy Pasaribu, Jumat (28/10/2016).

Lihat saja di kasus Jessica, yang dipertontonkan Hakim Pengadilan Negeri Pusat kepada rakyat adalah kebusukannya.

“Hakim memamerkan keangkuhannya menghukum Jessica 20 tahun penjara tanpa ada bukti di persidangan yang dipertontonkan kepada rakyat,” ujarnya.

Rakyat yang menyaksikannya sidang tidak ada bukti. Bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) juga ikut membenarkan kalau di kasus Jessica tidak ada bukti.

“JK juga uda ngomong, nggak ada bukti, nggak ada yang melihat. Bahkan Jessica diprediksi JK bakal bebas”, tambah Eddy.

Sementara untuk kasus pembunuhan Munir, pemerintah hanya berusaha menutupi-nutupinya.

“Dari dulu pemufakatan jahat dalam kasus Munir sudah terlihat dari usaha menutup-nutupi dokumen resmi Munir,” kata Eddy.

Saya melihat dalam kasus Munir melibatkan operasi yang bersifat rahasia secara terencana dan bersekongkol, tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo berjanji bertekad untuk mereformasi hukum di Indonesia secara total. Praktik penyelenggaraan hukum di Indonesia yang belum memenuhi harapan masyarakat menyebabkan Joko Widodo hendak mewujudkan reformasi hukum.

Kata Jokowi, jika hal ini dibiarkan maka bisa memunculkan ketidakpercayaan dan ketidakpatuhan pada hukum maupun pada institusi-institusi penegak hukum, ujar Jokowi. (Hermanto)

 

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY