Ratusan Bangunan di Jalan Muara Baru Dibongkar

Ratusan Bangunan di Jalan Muara Baru Dibongkar

205
0
SHARE

JAKARTA, (WN) – Sebanyak 150 bangunan di sisi timur Jalan Raya Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, dibongkar petugas pada Senin (29/12/2014) siang.

Para pemilik bangunan semi permanen ini, menyesalkan penertiban tersebut. Sebab mereka mengklaim, belum mendapat pemberitahuan terkait penertiban ini.

Pantauan di lapangan pada Senin (29/12) siang, tampak satu unit ekskavator sibuk merobohkan bangunan milik warga. Ratusan bangunan yang dibongkar itu, dijadikan lapak pencucian motor, rental komputer dan warung nasi oleh warga.

Meski kecewa dengan penertiban ini, namun tidak ada perlawanan dari pemilik bangunan. Mereka hanya bisa pasrah meratapi bangunan miliknya dibongkar petugas.

Pembongkaran lapak-lapak ini bertujuan untuk melebarkan Jalan Muara Baru. Jalan yang awalnya memiliki lebar tujuh meter, nantinya akan dilebarkan menjadi 12 meter.

Dengan begitu, kendaraan besar yang mengarah ke Pelabuhan Muara Baru atau sebaliknya bisa leluasa melintas.

Aguf Gusar (37) salah seorang pemilik rental komputer mengaku terkejut begitu lapak miliknya hendak dibongkar petugas. Padahal sepengetahuan dia, penertiban lapak warga akan dilaksanakan pada 1 Januari 2015.

“Informasi yang kami dapatkan dari perangkat RT, penertiban berlangsung pada 1 Januari 2015, kok kenapa sekarang ditertibkannya,” ujar Aguf di lokasi pada Senin (29/12).

Aguf pun kini kebingungan, harus pindah ke mana sebab ia belum mendapat tempat usaha yang baru. Namun untuk sementara waktu, sebanyak 10 unit komputer dan sebuah lemari kayu miliknya, akan dititipkan di rumah rekannya.

Aguf mengaku, sejak membuka usaha pada tahun 1993, lapak dagangannya tidak pernah dibongkar petugas. Setiap harinya, ia mampu mendapatkan pendapatan sekira Rp 100.000-Rp 300.000 tergantung banyaknya penyewa di rental komputernya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Asep Slamet (29) salah seorang warga yang lapak usaha pencucian motornya dibongkar petugas.

Menurut Asep, warga belum mendapat pemberitahuan terkait rencana penertiban itu. Ia pun kini bingung mau dipindahkan ke mana gerobak, tumpukan ember, tong air dan sejumlah alat penopang usahanya setelah bangunan dibongkar.

“Lebih bingung lagi beberapa orang yang kerja sama saya terpaksa harus nganggur lagi,” kata pria asal Jakarta itu.

Asep mengungkapkan, seandainya warga diberi tahu rencana penertiban itu, mereka tidak akan mengalami kerugian yang cukup besar. Warga, kata Asep, juga tidak akan pusing mencari tempat usaha yang baru.

“Kalau informasinya sudah kami dapatkan, pasti lapak-lapak ini akan kita bongkar sendiri. Kayu-kayu bekas bangunan juga bisa kita pakai lagi di tempat usaha yang baru. Nah sekarang sudah dibongkar, kami mau pindah ke mana?” kata Asep.

Sementara itu, Koordinator Normalisasi Waduk dan Kali DKI Jakarta, Heryanto membantah ucapan warga.

Menurut Heryanto, program pelebaran jalan di Muara Baru ini sudah terprogram sebelumnya. Saat ini, menurut Heryanto, akibat terokupasi warga, jalanan semakin menyempit hingga hanya memiliki lebar tujuh meter.

“Akan kami lebarkan sampai 12 meter dan kini pelaksanaan penertiban sudah dilakukan terhadap 150 bangunan,” ujar Heryanto.

Lebih lanjut, Heryanto mengatakan, pengerjaan proyek pelebaran jalan di sana sudah sesuai dengan instruksi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Pak Gubernur sudah mengetahui ini, jadi tidak benar kalau belum di sosialisasikan ke warga. Di sini ada 700 bangunan liar, bertahap akan kita bongkar dan targetnya awal Januari 2015 sudah ditertibkan,” kata Heryanto. (WK)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY