Ramai-ramai Desak Cabut Izin Mitra Keluarga Akibat Kelalaian Ini

Ramai-ramai Desak Cabut Izin Mitra Keluarga Akibat Kelalaian Ini

126
0
SHARE

Jakarta, (WN) – Dari pertemuan antara pihak Rumah Sakit Mitra Kelurga Kalideres dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Badan Pengawas Rumah Sakit dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) terungkap sejumlah kelelaian dalam kematian bayi empat bulan Tiara Debora Simanjorang.

Dalam pertemuan itu telah terungkap kelalaian diantaranya, pihak rumah sakit telah meminta pasiennya untuk mencari sendiri rumah sakit lain rujukan yang bisa menerima pasien BPJS.  Padahal, saat itu kondisi kesehatan bayi Debora sangat memburuk setelah masuk pukul 03.40, WIB.

“Tidak seharusnya pihak rumah sakit Mitra Keluarga menyuruh pasienya mencari rumah sakit rujukan yang bekerjasama dengan BPJS,” ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto, Senin.

Pasien mencari sendiri rumah sakit rujukan, bayi Debora meninggal dunia sebelum dibawa ke RSUD Koja, Jakarta Utara.

Bukan itu saja, terungkap juga kelalain yang membiarkan pihak keluarga bayi Debora kebingungan karena mereka hanya membawa uang Rp 5 juta, sedangkan uang muka masuk ICU minimal Rp 11 juta.

Atas kelalain itu, sejumlah kalangan terus mendesak pemerintah untuk mencabut izin rumah sakit Mitra Keluarga.

“Kalau rumah sakit tidak mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku, pemerintah bisa menutup rumah sakit itu. Cabut izinnya,” ujar Wakil Komisi E DPRD DKI Asraf Ali, Selasa (12/9/2017).

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Partaunan Daulay yang mendesak izin RS Mitra Keluarga dicabut untuk menjadi pelajaran bagi RS di seluruh Indonesia. (Edward)

 

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY