Rakyat Sudah Tidak Menghormati DPR dan MPR

Rakyat Sudah Tidak Menghormati DPR dan MPR

122
0
SHARE

JAKARTA, (WN) – Mekanisme pemilihan Ketua Majelis Permusawaratan Rakyat (MPR) dengan sistem paket membahayakan demokrasi di Indonesia. Soalnya, tidak lagi mengedepankan musyawarah mufakat. Jika itu terjadi, kalangan warga masyarakat sudah tidak menghormati lagi institusi resmi di Indonesia, baik itu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun MPR.

“Selama cara cara pemilihan pimpinan DPR maupun Ketua MPR dilakukan dengan cara membagi bagi jatah kursi oleh Koalisi Merah Putih (KMP). Hal itu sangat berbahaya, negara terancam, akan menimbulkan perpecahan dan permusuhan diantara anak bangsa.

Lihat saja yang dipertontonkan ke rakyat cara pemilihan pimpinan DPR yang hanya dilakukan oleh Koalisi Merah Putih, sementara hak dari anggota yang lain tercabut, karena keluar dari ruangan siding dan juga lantaran microphone mati saat persidangan.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil mengakui ada skenario dalam sidang paripurna penetapan pimpinan DPR. “Saya pikir tidak ada perisitiwa yang tidak diskenariokan, semua peristitwa diskenariokan, tinggal apakah skenario itu punya landasan atau tidak,” kata Nasir.

Di dalam sidang pemilihan Pimpinan DPR itu, seorang anggota DPR tiba-tiba menghampiri pimpinan sidang sementara Popong Otje Djunjunan. Pria tersebut mengaku mikrofonnya tidak menyala sehingga terpaksa menghampiri Popong di meja sidang.

“Punten atuh. Kalau saya (ngomong) kedengeran, kan?” kata Popong. Namun pria tersebut terus berbicara dengan Popong tanpa terdengar oleh seluruh anggota DPR yang hadir. Tak lama, ia mencium pipi kiri dan kanan Popong, sidang paripurna berlangsung ricuh dan diwarnai interupsi.

Ketua Bidang Hukum PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan menyatakan mekanisme pemilihan Ketua MPR dengan sistem paket membahayakan demokrasi di Indonesia. Soalnya, tidak lagi mengedepankan musyawarah mufakat. Karena itu, Trimedya meminta MK mengeluarkan putusan uji materi pasal tersebut hari ini, karena pemilihan pimpinan MPR rencananya dilakukan pada Senin malam. Namun MK memastikan tak akan ada putusan hari ini. (Son)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY