Pupuk Subsidi Langka, Dinas Pertanian Tutup Mata

Pupuk Subsidi Langka, Dinas Pertanian Tutup Mata

422
0
SHARE

PALEMBANG, (WN) – Dalam rangka penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Banyuasin, Kementerian Pertanian bersama dengan pihak produsen dan distributor serta pengecer dan petani melakukan validasi data dan pelaporan penyaluran pupuk bersubsidi, acara yang berlangsung di ruang rapat Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Banyuasin ini cukup menegangkan seluruh peserta yang hadir.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Staff Dirjen Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian dimulai dari jam 10.00 WIB acara ini juga di hadiri General Manager Pemasaran Pupuk Sriwidjaya, General Manager Pemasaran Petro Kimia Gresik, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian, Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) dan distributor serta pengecer dalam wilayah kabupaten Banyuasin.

Rapat yang berlangsung cukup alot ini dikarena adanya perbedaan data antara pihak distributor dengan dinas pertanian baik tingkat kabupaten maupun tingkat propinsi.

Dalam acara ini dibahas juga realisasi pupuk yang sudah tersalur ke tingkat petani, kinerja distributor dalam melakukan pembinaan terhadap pengecer, kinerja UPTD serta Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) serta partisipasi petani dalam pengawasan pendistribusian pupuk bersubsidi.

Menurut pengecer dari kecamatan muara telang TS (30 thn) mengatakan, seharusnya UPTD pertanian di setiap kecamatan proaktif dalam membantu pengecer dan petani ketika melakukan sistem pelaporan terutama validasi data terkait dengan berapa nantinya jumlah pembayaran yang dilakukan pemerintah kepada produsen.

“Petugas UPTD ini kadang kala untuk tanda tangan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) saja harus ada pelicin dulu, kami ini hanya petani tidak mengerti apa yang harus dilakukan, karena sepengetahuan kami petugas UPTD ini udah di berikan tunjangan di luar gaji mereka sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait pelaksanaan penyaluran pupuk subsidi ini” tegasnya.

Pada saat verifikasi dan validasi data kepada distributor dan pengecer berkembang isu yang menyatakan adanya informasi kelangkaan pupuk di beberapa kecamatan, hal ini tentu menjadi perhatian seluruh peserta rapat.

Salah satu distributor yang enggan namanya di sebutkan mengungkapkan bahwa sampai sekarang surat realokasi masih tertahan dan belum di tandatangani oleh kepala dinas pertanian kabupaten Banyuasin,” surat realokasi belum selesai mas, akibatnya kecamatan Tanjung Lago dan kecamatan Muara Telang belum tersalur pupuk urea subsidinya” paparnya.

Menanggapi hal tersebut General Manager PPD Pupuk Sriwidjaya, I Wayan Sadia mengatakan bahwa PT Pusri hanya sebagai Tukang Pos “kan dinas pertanian yang mengatur relokasi dan realokasi pupuk subsidi, jadi kalau pupuk langka langsung ke kadis saja, sebagai produsen kita sudah menyiapkan stok bahkan kita over produksi tahun ini sampai 40 ribu ton” ujarnya.

Sementara itu di tempat terpisah pemerhati masalah pertanian Darul Qutni (ketua LSM Ario Carang) kabupaten Banyuasin membeberkan bahwa kebutuhan pupuk di Banyuasin tidak terserap ke tingkat petani di karenakan murahnya komoditas pertanian, terutama harga karet yang anjlok.

“Bagaimana mau pupuk tanaman mas bisa makan saja sudah syukur, beda seperti tahun-tahun sebelumnya masyarakat kekurangan pupuk karena tidak adanya kemarau panjang, sedangkan realokasi yang diminta distributor ke dinas pertanian seharusnya kadis secepatnya menanda tangani surat tersebut, kita tidak butuh kadis yang arogan seperti ini, masak untuk urusan rakyat harus mikir 1000 kali” katanya dengan kesal.

Lebih lanjut Darul mengungkapkan untuk pupuk urea yang di produksi PT Pusri terutama urea pink “kami melihat masih sangat ketat pengawasannya, terutama proses penebusan yang dilakukan kepada distributor, jadi kemungkinan diselewengkan agak minim, beda dengan pupuk Petro seperti SP-36, TSP, KCL yang sering kami lihat ada yang di jual masuk ke desa dengan menggunakan mobil box dan di jual bebas, kami merasa pupuk ini peruntukannya tidak tepat sasaran” ujarnya.

Ketika Warta Nasional ingin konfirmasi terkait hal diatas dengan General Manager Petro yang bersangkutan tidak dapat ditemui karena sedang keluar makan siang bersama rombongan kementerian, sedangkan kepala dinas pertanian kabupaten Banyuasin Ir. Syaiful Bahri, M.Si ketika hendak dimintai konfirmasi mengenai hal ini, tidak terlihat keberadaannya dari awal acara rapat hingga berakhirnya acara ini.(efri)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY