Pungli di SDN Mekarsari 01 Diminta Diusut Satgas Saber Pungli

Pungli di SDN Mekarsari 01 Diminta Diusut Satgas Saber Pungli

294
0
SHARE

Cikarang, (WN) – Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kabupaten Bekasi diminta mengusut dugaan Pungutan Liar (Pungli) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mekarsari 01, di Jl. Sutan Hasanudin, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Pasalnya, proyek pengerasan halaman sekolah dengan cara hotmix sudah ramai ditolak masyarakat di dunia maya, salah satunya di akun facebook Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi karena memungut uang sebesar Rp 150.000 dari setiap orangtua murid.

“Untuk pengecoran jalan itu diajukan saja ke dinas terkait tidak perlu memungut ke murid,” ujar pemilik akun facebook Roni Davon Blackstone, Sabtu (8/7/2017).

Sedangkan warga lainnya Roy L Talib mengatakan, anak di sekolah untuk belajar bukan tuk berinvestasi, kalau sekolah negeri seharusnya yang dilakukan adalah mengajukan ke Pemda Kabupaten Bekasi.

“Biasa sekolah dan komite sekolah melakukan tersebut suka cari tambahan proyek. Kop surat sekolah tetapi stempel dan yang bertandatangan komite, itu surat macam apa kok dibilang sah, kalau ga tau aturan jgn menyesatkan, jgn dibiasakan budaya korupsi,” Roy L Talib.

Sedangkan Westi Arnila mengatakan, sekarang sudah marak yg beginian. Sekolah tidak boleh memungut sumbangan melemparkan ke wali dengan alasan rapat komite wali murid. Anak ku juga yang sudah diminta 125ribu buat biaya bangku, taman dan jalan, yang SMP diminta 150 ribu buat gazebo.

“Yang namanya sumbangan sukarela ngak masalah, tapi yang ngak enak ada tarifnya. Tapi sebenarnya sekolah jangan terlalu memaksakan hal begini, karena sekolah SD sampai SMA itu gratis tanpa biaya pungutan sumbangan,” ujar Westi Arnila.

Ketua Komite SD Negeri Mekarsari 01 Tambun Selatan, Mustakim Andi Baso, membenarkan proyek hotmix dan 11 Toilet dibiayai para orangtua murid.

Sebelum proyek hotmix halaman sekolah, kita juga sudah meminta sumbangan dari para orangtua murid untuk membiayai sebanyak 11 toilet. Sekarang toilet sudah ada, ujar Mustakim Andi Baso.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi (Kadisdik) MA Supratman belum berhasil ditemui wartawan Harian Wara Nasional untuk dimintai keterangannya atas maraknya pungli di sekolah di Kabupaten Bekasi. (Rademan) pungli

 

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY