Puluhan Wartawan Tuntut PLN Wilayah IV Pengkalan Balai, Banyuasin

Puluhan Wartawan Tuntut PLN Wilayah IV Pengkalan Balai, Banyuasin

134
0
SHARE

BAYUASIN, (WN) – Puluhan wartawan datangi kantor PLN wilayah IV Pengkalan Balai Kabupaten Banyuasin terkait pelecehan terhadap wartawan MNCTV, Anton (36).

Menurut Anton, dia ingin kompirmasi mengenai permasalahan seringnya lampu padam, akan tetapi pihak PLN sepertinya berbuat arogan dan mengusir paksa Anton. Disitu terjadilah cekcok mulut, akhirnya jurnalis ini diusir oleh satpam dan Staf PLN.

Merasa tersinggung dengan hal tersebut, Anton mengadukan masalah ini ke Polres Kabupaten Banyuasin dan akhirnya pengaduan tersebut diterima SPK Polres Kabupaten Banyuasin, (23/10/2014).

Kasat Reskrim, Iptu.Hermianto mengatakan memang benar saudara Anton wartawan MNCTV melapor kepada kami dan kami tindak lanjuti. Mengenai hal tersebut akan kami selidiki lebih lanjut, ini akan kami kenakan dengan UU Pers No.40 Tahun 1999 Pasal IV menghalang halangi tugas jurnalistik dengan ancaman hukuman dua tahun Penjara dan denda 500 juta rupiah, ungkapnya.

Ternyata pemasalan tersebut tidak selesai sampai disitu PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) unjuk bicara dan secara beramai ramai mendatangi kantor PLN wil IV Pengkalan Balai, puluhan wartawan ini mintak kejelasan dan mengapa pihak PLN berbuat arogan terhadap Jurnalis.

Dalam orientasi tersebut ada beberapa tuntutan, meminta PLN memecat Staf yang mengusir wartawan tersebut, memecat Satpam yang berbuat arogan, meminta ganti kerugian, kata Budi (35) sebagai korlap orientasi.

Seatria Firmasyah, Superpiser sekaligus PLH PLN wilayah IV Cabang Pengkalan Balai didampingi anggota Polres dan Polsek Pengkalan Balai mengatakan kalau kekeliruan ini akan kita selesaikan, akan tetapi saya ada atasan. Secepatnya saya minta kepada atasan saya dan menyampaikan permintaan para wartawan yang merasa dilecehkan, ’kami mohon maaf yang sebesar besarnya, kanya dihadapan wartawan.

Orientasi tersebut didukung oleh aktifis 98, Jurnal (35). Menurut Jurnal, memang PLN tersebut sekali sekali diberi pelajaran ini bukan kali pertama pihak PLN melecehkan wartawan dan LSM akan tertapi hal tersebut tidak dibesar besarkan, namun kali ini mari kita bersatu Stop kekerasan terhadap wartawan. Kami minta kepada penegak hukum agar kiranya berbuat yang seadil adilnya dalam permasalah ini. (Efri)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY