Proyek Jalan dan Jembatan Nasional BPJN 10 Makassar Sarat Penyimpangan

Proyek Jalan dan Jembatan Nasional BPJN 10 Makassar Sarat Penyimpangan

371
0
SHARE

MAKASSAR, (WN) – Upaya pemerintah melakukan pemberantasan korupsi bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, masih banyak terdapat beberapa hambatan dalam pemberantasan korupsi, Korupsi merupakan salah satu masalah besar dan sekaligus merupakan ancaman bagi program pembangunan bangsa indonesia dan bahkan juga pembangunan masyarakat bangsa ini.

Sebab didalam masyarakat apapun dan dalam system pemerintahan manapun tidak ada yang terbebas dari tindak yang dirusak oleh fenomena serta bahaya korupsi, serta tidak ada agama manapun yang tidak mengutuk keras soal korupsi.

Sungguh cukup disayangkan ketika pembangunan proyek nasional yang berbandrol miliaran rupiah ternyata tidak menggunakan papan proyek,” Hampir rata-rata proyek miliaran rupiah yang dikerjakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) 10 Makassar ini tidak memasang papan proyek ketika pelaksanaan dimulai, sehingga masyarakat sangat bingung tidak mengetahui besar kecilnya anggaran yang digunakan.

Kami merasa bingung dengan pembangunan jembatan bolong yang dibangun di daerah Mamuju, sebab kami yang tinggal di sekitaran proyek pembangunan Jembatan Bolong tidak mengetahui anggaran dari mana yang digunakan untuk pembangunan jembatan tersebut,” demikian yang dikatakan oleh masyarakat yang tak menyebutkan namanya tinggal didekat proyek pembuatan jembatan tersebut.

Ketika akan dikonfirmasi di kantor balai 10 Makassar, rupanya ada beberapa staf yang ada di kantor balai tersebut menghalangi wartawan untuk menemui Kepala Balai dengan alasan bapak lagi sibuk. Kepala Balai Besar 10 Makassar, Dede, ketika dihubungi lewat via seluler juga tidak memberikan sepata kata apapun tentang temuan ini.

Dari hasil investigasi Harian Warta Nasional disinyalir adanya permainan soal dana proyek, karena proyek Jembatan Bolong yang terletak di jalan Trans Mamuju – Makassar ini ternyata dikerjakan sebanyak 4 paket yang keseluruhanya terletak di jalan trans Mamuju Makassar. Bukan hanya itu saja, masih banyak proyek yang dikerjakan hampir tidak sesuai speck.

Temuan lain juga terdapat di jalan trans Makassar – Poso, terdapat adanya baberapa proyek seperti jembatan yang terletak di daerah Desa Salomati. Jembatan yang yang dikerjakan dibawah pengawasan Pelaksana Jalan Nasional Wilayah III Sulawesi tengah tersebut diketahui dikerjakan oleh Consultant Pt Geomap internasional serta pelaksana PT Trimega Putra Handal ini memakan anggaran kurang lebih 8.661.441.118.000, karena didapati dilapangan terjadi pembiaran.

Hal ini dirasa sangat memperhatinkan yang mana daya transportasi angkutan umum antara Poso – Makassar terganggu akibat tidak selesainya pembangunan jembatan tersebut. Kami merasa telah tertipu oleh pemerintah yang mana setiap tahun kami selalu melakukan pembayaran pajak, namun disisi lain jalan yang kami lintasi rusak berat dan sepertinya pemerintah enggan melakukan perbaikan jalan dan jembatan yang sudah jelas anggaranya.

Rupanya hal ini semakin membuat masyarakat pemakai jalan merasa terganggu dengan adanya pembuatan jembatan yang tidak selesai tersebut, ditambah lagi adanya musim hujan menambah jalan semakin becek dan licin sehingga kerap kali menimbulkan antrian panjang. Begitulah ungkapan para sopir pengguna jalan yang sering kali melintas di jalan trans, Makassar-Poso. (kenfa)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY