Polri Dituntut Usut Pembubaran Natal, Mahasiwa Demo Walikota

Polri Dituntut Usut Pembubaran Natal, Mahasiwa Demo Walikota

11713
0
SHARE
Mahasiswa lintas agama yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan aksi unjukrasa di kantor Walikota Bandung, Kamis (8/12/2016)
Mahasiswa lintas agama yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan aksi unjukrasa di kantor Walikota Bandung, Kamis (8/12/2016)

Bandung, (WN) – Pembubaran perayaan hari besar Natal di Gedung Sasana Budaya Ganesha, (Sabuga) Kota Bandung yang dilakukan ormas intoleransi Pembela Ahlu Sunnah (PAS) pada Selasa (6/12/2016) lalu dengan tanpa beralasan, kini berbuntut panjang.

Sejumlah massa organisasi mahasiswa lintas agama yang tergabung di Aliansi Cipayung melakukan aksi unjukrasa di Balaikota Bandung, Jalan Wastukencana, Kamis (8/12/2016) menutut Kapolri mengusut tuntas kasus pembubaran perayaan Natal tersebut.

Mereka terdiri dari mahasiswa Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

“Pembubaran perayaan Natal terjadi karena adanya pembiaran polisi terhadap ormas. Karena itu Kapolri harus segera menindak anak buahnya secara tegas berdasarkan aturan hukum yang berlaku dan memeriksa ormas. Jangan sampai berlarut-larudari,” ujar Koordinator Wilayah III PP GMKI Theo Cosner Tambunan, Kamis (8/12/2016).

Bahkan mahasiswa juga mempertanyakan predikat Kota HAM yang disematkan oleh PPB kepada Walikota Bandung. “Pembubaran perayaan natal terjadi akibat pembiaran Pemkot Bandung. Malah (Wali Kota) lempar tanggungjawab ke Pemprov Jabar dan tidak konsisten dengan predikat Kota HAM,” ujar Theo.

Hasil pantauan wartawan, rombongan mahasiswa membawa bendera organisasi mereka masing-masing dan membentangkan sejumlah spanduk. Orasi mahasiswa dilakukan di dua tempat, yaitu kantor Wali Kota Bandung dilanjutkan ke Gedung Sate. (Delimar Sitorus/Son)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY