Polri Belum Bekuk Oknum Dishub Pemalsu Buku KIR

Polri Belum Bekuk Oknum Dishub Pemalsu Buku KIR

169
0
SHARE

JAKARTA, (WN) – Direktorat Reserse Kriminal Umum Subdit Resmob Polda Metro Jaya belum berhasil mencokok oknum Dinas Perhubungan (Dishub) di tempat Pengujian Kelayakan Kendaran (KIR), Cakung Timur, Jakarta Timur.

Keterlibatan orang dalam (Dishub), sudah mulai mengerucut kesana, Polri tinggal memburu tiga tersangka lainnya untuk penggembangan kasus yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), setelah Polri menangkap tiga tersangka lainya.

“Saat dikonfirmasi ketiga tersangka ada indikasi kerjasama dengan orang dalam. Polisi masih memburu tiga tersangka lainnya yang saat masuk dalam Daftar pencarian orang untuk pengembangan kasus, ujar Kanit II Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Rahmat Hari Purnomo, kepada wartawan.

Sebelumnya, polisi berhasil menangkap tiga orang yakni, BN (41), mantan calo yang juga berperan sebagai penulis buku KIR tanda tangan dan cap, TSB (19) sebagai tukang ketok plat tanda uji kendaraan bermotor, dan NBS (25) sebagai pengetik buku KIR.

Rahmat mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat bahwa adanya tindak pidana pemalsuan. Dari laporan diketahui di daerah cakung, ada rumah yang dijadikan tempat membuat KIR palsu. Setelah diintai 1 minggu langsung digrebek,” ungkapnya.

Menurut Rahmat, aksi jahat tersebut dilakukan dengan cara menawarkan secara acak terhadap para konsumen yang diketahui gagal dalam tes uji KIR di Dishub. Harga yang ditawarkan pun terjangkau, yakni Rp 50 ribu untuk buku Kir lama 50 ribu, sedangkan Rp 100 ribu untuk jenis buku model baru.

“Sesuai pengakuan Pemalsuan sudah 6 bulan, beraksi 1 hari sekitar 30 buku KIR lengkap. Nah yang memasukkan bahan buku KIR ini ada 3 orang yang saat ini masih DPO. Sehingga belum bisa dipastikan ada kerjasama,” urainya.

Atas perbuatan tersebut, para tersangka dikenakan pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. “Barang bukit yang disita, 1 unit komputer dan CPU, 350 buku KIR, 900 pasang plat, 15 pasang plat tanda uji siap pakai, 50 huruf ketok, 40 lembar masa berlaku uji berkala, dan 50 lembar blanko ijin usaha angkutan dan 100 stempel,” tuntasnya. (Wilson)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY