Polisi Kurang Bukti, Rumah Jessica Rutin Digeledah dan Penahanan Bakal Diperpanjang

Polisi Kurang Bukti, Rumah Jessica Rutin Digeledah dan Penahanan Bakal Diperpanjang

403
0
SHARE

JAKARTA, (WN) – Masa penahanan Jessica Kumala Wongso tersangka dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin kemungkinan akan diperpanjang. Ini dikarenakan penyidik Polda Metro Jaya masih kurang bukti-bukti sehingga perlu mencari cari alat bukti untuk menjerat tersangka terkait kasus kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iqbal mengungkapkan, penyidik kemungkinan akan memperpanjang masa penahanan Jessica untuk diperiksa lebih intens lagi dan membuat terang kasus Mirna itu.

“Jessica masih diperiksa. Alat bukti masih kami perkuat, kami tidak bisa sebut semua,” ungkap M Iqbal pada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa. Menurut Iqbal, Jessica saat ini ditahan hingga 20 hari ke depan. Namun, penyidik berencana memperpanjang masa tahanan Jessica itu.

Dalam mengungkap kasus Mirna, lanjut Iqbal, penyidik berjalan secara berhati-hati. Sehingga dibutuhkan waktu yang cukup hingga kasus itu benar-benar terang benderang.

Salah satu caranya dengan memeriksa Jessica secara lebih intens.”Masa penahan bisa di perpanjang lagi oleh penyidik. Itu agar penyidik bisa intens melakukan pemeriksaan,” terangnya.

Selain memeriksa Jessica secara lebih intens, kata Iqbal, penyidik pun tengah menyelidiki toko Jessica mendapatkan racun sianida itu. “Untuk motif akan hadir di pengadilan nanti,” ucapnya.

Polisi juga semakin sering menggeledah rumah Jesica karena polisi masih kurang bukti-bukti. Yudi Wibowo Sukinto, kuasa hukum Jessica Kumala Wongso, tersangka pembunuhan Wayan Mirna Salihin, menilai penyidik masih kekurangan bukti sehingga menggeledah rumah kliennya untuk berulangkali.

“Enggak tahu ya (kenapa digeledah), buktinya kurang,” kata Yudi Wibowo Sukinto usai penggeledahan rumah Jessica di Jalan Selat Bangka, Sunter, Jakarta Utara, Rabu.

 

KRONOLOGIS KERJA POLISI

 

– Jumat (29/1) malam

Pukul 23.00 WIB, polisi melakukan gelar perkara. Gelar perkara dihadiri para penyidik, Propam, kemudian Dikkum, Dikwasda, dan para ahli.

Setelah gelar perkara, Jessica ditetapkan sebagai tersangka. Dalam rangka proses penyidikan, polisi menerbitkan berita penangkapan.

– Sabtu (30/1)

Pukul 00.00 WIB dini hari polisi mulai mencari tersangka. Dalam pencarian ke kediaman Jessica di daerah Sunter Jakarta Utara, tersangka tidak berada di rumah.

Pukul 07.45 WIB, polisi berhasil menemukan tersangka di Hotel Neo Mangga Dua Square. Dalam penangkapan yang juga disaksikan orangtuanya, tersangka tidak melakukan perlawanan.

Setelah penangkapan Jessica kemudian melakukan tes kesehatan oleh biddokes Polda Metro Jaya. Selanjutnya, Jessica dibawa ke Malolda Metro Jaya.

-Pukul 09.05 WIB Jessica tiba di Mapolda Metro Jaya dan langsung dibawa ke ruang

pemeriksaan Dirkrimum Polda Metro Jaya.

Sampai pukul 14.00 WIB Jessica masih diperiksa.

  • Minggu, (31/1)

Jesica dikawal ketat petugas menuju ruang tahanan Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya, pada malam hari.

Kepolisian Daerah Metro Jaya melibatkan enam ahli di bidang psikologi, teknologi informatika, dan forensik yang dilibatkan dalam penyidikan Jesica.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan, baik keterangan saksi, alat bukti, termasuk keterangan ahli, menunjukkan ketidakwajaran perilaku Jessica,” ujarnya.

Krishna pun mengungkapkan, saat Mirna kejang-kejang setelah meminum kopi di Kafe Olivier, Mal Grand Indonesia, 6 Januari lalu, tampak Jessica mundur beberapa langkah dan mengamati situasi. Berdasarkan keterangan ahli, perilaku itu menunjukkan pelaku ingin menyaksikan hasil karyanya.

Meski demikian, rekaman kamera pemantau, CCTV, di lokasi kejadian tidak menunjukkan Jessica menuangkan sianida ke gelas kopi Mirna.

  • Senin, (1/2)

Jessica Ditahan tahanan usai menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum, Polda Metro Jaya

Jesica menempati sel khusus seorang diri di Blok A, Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.

Kepolisian menyatakan tidak akan memberikan berkas acara pemeriksaan (BAP) penyidikan Jessica kepada kuasa hukumnya, meskipun Jessica kini sudah berstatus tersangka.

Kepolisian merahasiakan CCTV

  • Selasa, (2/2)

Penyidik Polda Metro Jaya kembali menggeledah rumah Jessica di Graha Sunter Pratama, Blok J1, Sunter Agung, Jakarta Utara. Penggeledahan itu dilakukan untuk melengkapi alat bukti.

Jessica mendadak didatangi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti.

“Tanggal 31 Januari 2016, Jessica didatangi langsung sama Pak Khrisna Murti ke selnya, jam 11 atau 12-an malam,” kata Yudi Wibowo, pengacara Jessica di Jakarta, Rabu (3/2/2016).

  • Rabu, (3/2)

Tim penyidik Polda Metro Jaya menggeledah rumah Jessica Kumala Wongso. Dalam penggeledahan itu, polisi mengangkut sejumlah barang yang ada di dalam rumah Jessica.

CPU, laptop, tisu, sama satu speaker aktif, diangkut polisi.

  • Kamis, (4/2)

Rumah Jessica Kumala Wongso, tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin, di Sunter, Jakarta Utara, kembali digeledah.

Kali ini penggeledahan lebih detail. Mulai dari halaman, ruang tamu, dapur ruang makan, kamar mandi, kamar tidur, lemari, kloset, saluran pembuangan air ko­tor, sampai langit-langit rumah tak luput jadi sasaran penyidik.

Tim dari Pusat Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Metro Jaya juga memeriksa mobil milik keluarga Jessica. Mobil Honda City berwarna sil­ver dengan nomor polisi B 8348 DR tersebut mulanya terparkir di depan rumah. Kemudian dibawa masuk ke teras rumah untuk digeledah.

Untuk mendapatkan informasi kehidupan Jessica di Australia tersebut, penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya meminta bantuan polisi dari dengan Australia Federal Police (AFP).

(Wilson/son/sitorus/manullang)

 

 

 

 

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY