Polda Harus Jujur Akui Kesalahan Menetapkan Jessica Tersangka

Polda Harus Jujur Akui Kesalahan Menetapkan Jessica Tersangka

26307
0
SHARE
Krishna Murti dan Jessica Kumala Wongso
Krishna Murti dan Jessica Kumala Wongso

Jakarta, (WN) – Tayangan sidang Jessica Kumala Wongso secara ‘live’ oleh stasiun televisi nasional dari pagi hingga larut malam sampai sidang ke-26 tidak ada bukti kuat yang mengindikasikan Jessica sebagai pelaku.

“Polda Metro Jaya harus mengakui kesalahan dalam menetapkan Jessica sebagai tersangka daripada harus memaksakan Jessica bersalah tanpa bukti kuat. Jangan seolah-olah karena keadilan memaksakan kehendak,” ujar Ketua Kobar Eddy Pasaribu kepada Harian Warta Nasional, Minggu (2/10/2016).

Kata Eddy, rakyat yang menyaksikan sidang secara live sudah mengatakan tidak ada bukti Jessica bersalah, jangan bodo-bodohi rakyat. Maka polisi harus membuka topeng atas usaha menyelamatkan wajah Polri yang sedari awal melakukan penyelidikan.

Karena kasus perkara Jessica sebetulnya tidak dapat menjadi kasus yang layak masuk pengadilan, ujarnya.

Sebelumnya, Ahli hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia Mudzakkir menyebutkan kalau polisi telah melakukan pelanggaran terhadap Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2009 Pasal 58 yang telah dilakukan penyidik kepolisian.

Kata Mudzakkir, seharusnya mayat Wayan Mirna Salihin harus di otopsi dan dibuktikan dari surat pengantar dokter forensik. Tetapi permintaan otopsi itupun tidak dilakukan polisi. Bagaimana Mirna disebut keracunan padahal otopsi saja sesuai ketentuan Pasal 58 tidak dilakukan.

Dalam pasal 58, otopsi orang meninggal yang harus dilakukan pengambilan Lambung beserta isi sebanyak 100 gram, Hati sebanyak 100 gram, Ginjal sebanyak 100 gram, Jantung sebanyak 100 gram, Tissue adiposa (jaringan lemak bawah perut) sebanyak 100 gram, dan Otak sebanyak 100 gram. Selain itu, urine (25 ml), dan darah (10 ml), ujarnya. (Wilson/Edward)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY