Pilkada Tetap Harus Dipilih Langsung

Pilkada Tetap Harus Dipilih Langsung

109
0
SHARE

JAKARTA, (WN) – Diskursus mengembalikan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke DPRD dalam pembahasan RUU Pilkada kian menjadi polemik tajam. Selain tidak menghormati prinsip kedaulatan rakyat, Pilkada lewat DPRD juga membuka celah tindak pidana korupsi.

Demikian penegasan Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung Wibowo yang ditemui usai menerima delegasi DPRD Kota Bandar Lampung di DPR, Kamis (11/9). Menurutnya, Pilkada lewat DPRD sangat bertentangan dengan kedaulatan rakyat. Untuk itu, Pilkada di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota harus dipilih langsung oleh rakyat, bukan anggota DPRD.

“Kita telah sepakat bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat dan rakyatlah yang menentukan. Bila sekarang ada keinginan mengembalikan kedaulatan ke DPRD tingkat II dan I, saya melihat berdasarkan pengalaman bahwa nanti peristiwa tindak pidana korupsi itu akan menjadi sangat banyak. Saya termasuk yang berpandangan bahwa kedaulatan itu tetap berada di tangan rakyat dan Pilkada harus dipilih langsung,” tandasnya.

Pramono mengungkapkan, buah dari Pilkada secara langsung adalah munculnya para pemimpin daerah yang betul-betul lahir dari rakyat. Sebut saja, Jokowi dan Ahok di Jakarta, Ridwan Kamil di Bandung, Risma Harini di Surabaya, dan lain-lain. “Harapan saya Pilkada tetap secara langsung atau bila tidak terselesaikan saat ini, presiden bisa menunda melalui Menteri Dalam Negeri dan dibahas oleh DPR berikutnya,”

Masih menurut Pramono, merumuskan RUU Pilkada sebaiknya tidak mengorbankan kepentingan rakyat dan kepentingan jangka panjang. Pihaknya juga yakin, MK akan menerima tuntutan pembatalan RUU ini bila masih memaksakan klausul pemilihan lewat DPRD. (mh)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY