Perusahaan Prancis Terlibat Penyuapan di Indonesia ?

Perusahaan Prancis Terlibat Penyuapan di Indonesia ?

100
0
SHARE

WASHINGTON, (WN) – Perusahaan energi dan transportasi asal Prancis, mengaku bersalah melakukan penyuapan untuk memenangkan kontrak. Ini mereka lakukan di beberapa negara termasuk Indonesia.

Kantor Penuntut Federal Amerika Serikat (AS) Senin (22/12/2014) mengumumkan, pihaknya berhasil membongkar sebuah skema penyuapan internasional yang besar. Skema ini melibatkan sebuah bisnis Prancis yang memberi uang suap kepada pejabat di beberapa negera selama lebih dari satu dekade.

Pejabat AS mengumumkan, Alstom mengaku bersalah dan melanggar UU Praktik Korupsi Asing sehubungan sebuah skema penyuapan yang dilakukannya antara 2000 dan 2011.

Deputi Jaksa Agung AS James Cole menyebut pengakuan bersalah itu sebagai sebuah “tindak penegakan hukum bersejarah” yang akan mengakhiri skema penyuapan trans-nasional melibatkan Alston dan cabang-cabangnya di Swiss dan Amerika Serikat.

“Mereka memanfaatkan penyuapan untuk memperoleh kontrak di Indonesia, Mesir, Arab Saudi dan Bahamas. Seluruhnya, Alstom memberi uang suap puluhan juta dolar guna memenangkan proyek-proyek bernilai USD4 miliar, serta meraih keuntungan sekitar USD300 juta untuk mereka sendiri,” kata Cole, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Selasa (23/12/2014).

Cole mengatakan Alstom setuju mengaku bersalah atas tuduhan melanggar UU anti penyuapan dan akan membayar denda bernilai lebih dari USD772 juta. Jika denda itu disepakati oleh sebuah peradilan federal tahun depan maka itu merupakan denda penyuapan asing terbesar dalam sejarah AS.

Asisten Jaksa Agung Leslie Caldwell mengatakan, bahwa Alstom menggunakan pihak ketiga untuk menyelenggarakan skema penyuapannya dengan pejabat-pejabat pemerintah di Indonesia, Mesir, Arab Saudi dan Kepulauan Bahama.

Kata Caldwell, empat eksekutif Alstom sudah mengaku bersalah dalam kaitannya dengan skema penyuapan di Indonesia.

Deputi Jaksa Agung James Cole mengatakan, denda berat yang dijatuhkan pada Alstom dan kerja sama yang diterima AS dari beberapa negara sehubungan penyelidikan ini merupakan sebuah peringatan kepada bisnis internasional yang hendak menghindari UU Anti Penyuapan Amerika.

“Saya jelaskan disini: korupsi tidak boleh ada di pasar global. Dan resolusi yang dicapai hari ini memberi sinyal bahwa Amerika akan memainkan peran utama dalam pembrantasannya,” tegas Cole.

Cole menambahkan, Alstom juga bersalah karena tidak dari awal bersedia bekerja sama dengan penegak hukum. Mereka cenderung mengambil langkah guna menyembunyikan keterlibatannya pada tahap permulaan dari penyidikan ini. (MI)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY