Perlintasan Kereta Api Penyumbang Kemacetan di Kota Medan

Perlintasan Kereta Api Penyumbang Kemacetan di Kota Medan

224
0
SHARE

MEDAN, (WN) – Tingkat kemacetan lalu lintas di Kota Medan kian hari semakin menjadi, sehingga memerlukan penanganan serius dengan kebersamaan seluruh pemangku kepentingan, terutama dari Pemerintah Kota. Kemacetan ini ibaratkan penyakit yang sudah mengarah  pada ‘stadium tiga’.

Direktur Sumut Institut, Osriel Limbong, SPd.MSi kepada wartawan mengatakan, bila dinas terkait dulunya memiliki Program tentang Tata Kota, maka kemacetan saat ini dipastikan bisa di atasi dengan baik. Bayangkan setiap tahun kendaraan di kota ini mengalami peningkatan yang sangat tajam, dan sementara untuk perluasan jalan sampai saat ini tidak ada, sehingga yang dialami hanya kemacetan dimana-mana, akibat tidak adanya kebijakan dari pemerintah terkait untuk pembatasan kendaraan tersebut.

Kondisi ini, diperparah perlintasan Kereta Api (KA) di 5 titik seperti di jalan Perintis Kemerdekaan, jalan M. Yamin, jalam MT Haryono, jalan Pandu dan jalan Sisimangaraja Medan, dimana 5 tititk ini merupakan kemacetan terberat di kota ini, oleh karenanya semua elemen baik Pemerintah dan Masyarakat untuk mencari solusi yang terbaik, apakah di bangun jalur lintas kereta api di bawah tanah atau di bangun fly over atau lebih baik di relokasi. saran Osriel

“Bila tidak dicari solusi maka 5 tahun kedepan kota Medan bakal menjadi Kota termacet di Indonesia.” Tegasnya. Selasa

Kenapa itu bisa terjadi, karena “Timbulnya Ego sentris antar elit pejabat dan itulah wajah dari Pemimpin kita yang malas berpikir dengan ide pembangunan dalam waktu jangka panjang, salah satu faktornya yakni karena lamban mendapat keuntungan langsung bagi dirinya sendiri.” Sentil mantan aktivis 98.

Pemerintah harus bijak, Bila transport KA beroperasi dengan baik tentu dunia pariwisata akan terdongkrak dengan sendirinya, oleh sebab itu perlu dipikirkan kembali, apakah rancangan jalur lintas KA harus dibawah tanah atau harus bagaimana yang sebaiknya, karena tidak relefan lagi jika diatas permukaan tanah. Mengingat di daerah maju di semua belahan dunia semua jalur KA menuju inti kota di bawah tanah.harap Osriel

” Kepadatan jalur lalu lintas Kereta Api akan semakin membuat kemacetan lalulintas darat jika mengacu jadwal penerbangan bandara kualanamu yang semakin padat, sehingga jalur kereta api railink harus menjadi prioritas, maka dari itu, solusi saat ini bagaimana mengelola kondisi yang ada, mau tidak mau seharusnya pihak PT KAI memisahkan stasiun kereta railink di stasiun pembantu jalan Thamrin, alasannya daerah yang dimaksud merupakan lingkar luar jalur kereta api dari Kota Medan menuju luar kota,Tutur Osriel.

Bila melihat kebelakang, pada tahun 1945-1970 jalan inti kota ini masih dibuat oleh Belanda, terutama rute  transport KA. ditahun 1970 – 1990 masih tetap trend, dan sekarang sudah berubah, terutama untuk masyarakat Kota Medan yang sekarang sudah menjadi konsumen Mobil luar, dan sehingga terjadi import mobil besar-besaran, dan tetap bertahan hingga kini, tegas Osril.

Bila kita membandingkan atau menjadikan tolak ukur negara yang sudah maju, namanya tranportasi untuk kota sekitar 80 % KA, dan demikian di juga di negara eropa. Kajiannya efisien, dan murah, serta terhindar dari kemacetan. Jadi dampaknya Indonesia menjadi negara boros dalam hal sumber daya Alam (SDA).

Solusi lain supaya tidak membludaknya kemacetan di inti Kota, maka keberadaan stasiun PT KAI harus di Relokasi ketempat yang strategis seperti di daerah Tanjung Morawa. Kita berharap pihak Kementerian BUMN harus melakukan kajian dan penelitian tentang penyumbang kemacetan di Kota Medan ini, saran Osriel.

Kita tetap dukung PT KAI merupakan kemaslahatan masyarakat, karena transport kereta api lebih nyaman, dan hemat. Tegas Osril.

Hal senada juga ditanggapi,Anggota komisi D DPRD Medan, Maruli Tua Tarigan ketika diminta tanggapannya terkait salah satu penyebab kemacetan di kota Medan disebabkan seringnya Kereta Api melintas di Jalan Vital, dirinya mengatakan Keberadaan jalur Lintas kereta Api di wilayah padat kendaraan perlu dievaluasi kembali, tegasnya.

“PT.KAI perlu mencari solusi untuk menghindari kemacetan yang telah terjadi terutama di wilayah daerah yang padat lalu lintas.” tegas Maruli. T. Tarigan.

Kita harapkan Kementerian BUMN dapat memberikan solusi dan memikirkan keberadaan stasiun PT.KAI yang tidak layak untuk sekarang ini, dan bila perlu di Relokasi ke tempat lain, yang jauh lebih luas, dan jauh dari kepadatan untuk menghindari kemacetan lalu lintas, tegasnya.

Ditambahkannya, bahwa fungsi PT.KAI sebagi pelayanan kepada publik dalam artian bukan hanya pelayanan dibidang jasa pengangkutan, namun juga pelayanan lainnya antara lain ketertiban berlalu lintas. Janganlah keberadaan PT.KAI akan menjadi merugikan kepentingan khalayak umum, kalau itu terjadi artinya PT.KAI sudah mengorbankan kepentingan publik yang juga didalamnya masyarakat pengguna jalan, tegas Maruli T Tarigan.

Salah seorang warga Kota Medan bernama Misran Effendi mengatakan, penyebab utama kemacetan setahun yang lalu adalah angkutan kota, dan kini bertambah ruwet dengan lalulalangnya kereta api yang melintas Jurusan ke Kuala Namu, sehingga kemacetan yang terjadi semakin kian bertambah, tegasnya. ( Harry/Gaho )

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY