Penyimpangan DID di Bayuasin Disorot Kanit Tipikor

Penyimpangan DID di Bayuasin Disorot Kanit Tipikor

114
0
SHARE

SUMSEL, (WN) – Sulit memang menegakkan keadilan terutama memerangi masalah korupsi dari yang atas sampai ke bawah. Korupsi ini sudan menjalar kemana mana, sampai aparat penegak hukum kewalahan menghadapi korupsi.

“Kurangnya kesadaran masyarakat dalam melaporkan masalah ini. Korupsi bukan masalah kecil yang membuat negara kita jadi terpuruk. Pejabat pejabat pemerintah sudah sewena-wena menggunakan anggaran pemerintah, “ ujar Tokoh Masyarakat Kabupaten Banyuasin, Alfian Soho dan Kamaludin kepada Harian Warta Nasional.

Katanya, sekarang di Banyuasin sedang gencar gencarnya penuntasan kasus Dana Infrastruktur Desa (DID) yang menyimpang dilakukan para oknum kepala desa. Saya nyakin, kedepan ini pasti banyak kepala desa yang terjerat dalam penggunaa anggaran ini.

Satu desa untuk fisik mendapatkan kucuran Rp.300.000.000, jumlah desa di Kabupaten Bayuasin yang mendapatkan sebanyak 304 desa, nilai yang sangat fantastis untuk disalahgunakan.

Kanit Tipikor, Polres Bayuasin, Andarson saat kami temui dikantornya terkait masalah DID, mengatakan, saat ini kita berikan kesempatan bagi mereka memperbaiki pekerjaanya jika dalam waktu yang ditentukan dan habis masa pemeliharaanya, maka pasti kita turun tangan melakukan penyidikan.

Inilah yang saya katakan korupsi ini sudah menjalar bagaikan tumor ganas dikarenakan mulai dari yang kecil sampai pekerjaan yang besar, bagaimana jika seluruh Kepala Dinas Kabupaten Banyuasin diaudit harta kekayaanya, mungkin 60% menghuni penjara. Saya berkeyakinan jika masyarakat turut serta melaporkan, saya berkeyakinan kasus korupsi ini cepat terungkap, ujarnya.

Di Kabupaten Bayuasin sejumlah kasus banyak yang belum tuntas hingga ke akar-akarnya, diantaranya kasus cetak sawah Rp 18 milyar di Kecamatan Pulau Rimau, kasus markup lahan Kuburan, Disdik, Kesehatan dan PU. (Efri)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY