Pengedar Narkoba Antar Provinsi Dibekuk Polres Banyuasin Berikut Sabu 1,6 Kg

Pengedar Narkoba Antar Provinsi Dibekuk Polres Banyuasin Berikut Sabu 1,6 Kg

387
0
SHARE

BANYUASIN, (WN)  – “Bravo” untuk Polres Banyuasin atas tangkapan besar terhadap pelaku pengedar narkoba antar provinsi dalam sebuah razia rutin yang dilakukan Aparat Polsek Rambutan. Dari tangan para pelaku, diamankan barang bukti sabu-sabu senilai Rp 1.5 milyar dengan berat 1,6 kilogram yang rencananya akan di edarkan di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Ketiga pelaku Zulkifli bin Sahridan, Aziz Bin Sidik dan Dahlan saat ini sudah mendekam di dalam penjara untuk menjalani pemeriksaan dalam pengembangan kasus.

Kapolres Banyuasin AKBP Julihan Muntaha SIK didampingi Kasat Narkoba AKP Ikhsan H dan Kapolsek Rambutan AKP Nasution dalam gelar perkara yang berlangsung di Aula Mapolres Banyuasin, Senin (25/5/2015) mengatakan, ketiga tersangka dibekuk petugas Polsek dalam razia pada Minggu (24/5/2015) sekitar pukul 3.45 dini hari WIB.

Tersangka saat di giring petugas

“Petugas kita dapat informasi dari masyarakat akan melintas pelaku dengan membawa sabu-sabu seberat 1, 6 kilogram. Berdasarkan informasi itu langsung diadakan razia di Jalan Palembang-Kayuagung tepatnya di Dusun Talang Tengah Desa Tanjung Merbau Kecamatan Rambutan,” katanya.

Dari razia ini dilakukan pengeledahan terhadap mobil honda mobilio warna abu-abu dengan Nopol BG 1582 XS yang dikemudikan tersangka Aziz. Dan petugas menemukan paket sabu-sabu seberat 1,6 kg seharga Rp 1,5 Milyar dibawah jok sebelah kiri depan yang diduduki tersangka Dahlan,” katanya.

Dari tangan ketiga tersangka,jelas Kapolres, selain sabu-sabu petugas juga berhasil mengamankan barang bukti Mobil Honda Mobilio Nopol BG 1582 XS warna abu-abu,satu pucuk senpi air sofgun dan dua buah HP. “Ketiga tersangka akan dijerat Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 1999 dengan ancaman minimal 5 tahun, maksimal seumur hidup mati dan hukuman mati,” katanya.

Dilanjutkan Kapolres bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,namun untuk analisa sementara mereka pemain lama dan bandar lintas Propinsi. ” ini masih kita dalami,tapi yang pasti mereka ini masuk kategori bandar,” tegasnya.

Ketiga tersangka didepan petugas mengakui perbuatannya. Dijelaskan Tersangka Dahlan bahwa barang tersebut dibawah dari Palembang dan rencana akan dibawah ke Kayuagung. “Kita tidak tau barang ini milik siapa, kami cuma mengambil upah antar saja ke Kayuagung. Dan sekali antar kami dapat upah Rp 2 juta dibagi tiga,” katanya. (Drs/Efri).

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY