Pengadaan Obat di RSUD Bayu Asih Dikeluhkan DPRD Purwakarta

Pengadaan Obat di RSUD Bayu Asih Dikeluhkan DPRD Purwakarta

371
0
SHARE
RSUD Bayu Asih
RSUD Bayu Asih

Purwakarta, (WN) – Indonesia Corruption Watch (ICW) telah melakukan kajian atas penggelembungan anggaran di sektor Kesehatan. Hasilnya, korupsi kesehatan terbesar terjadi di pengadaan alkes, dana jaminan kesehatan, infrastruktur rumah sakit, dana obat-obatan, dan infrastruktur puskesmas.

Atas buruknya pelayanan pengadaan obat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih Kabupaten Purwakarta menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Purwakarta.

DPRD langsung merekomendasikan agar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi segera memperhatikan kualitas pekerjaan infrastruktur dan pengadaan obat di RSUD Bayu Asih.

Untuk pengadaan obat di rumah sakit Bayu Asih selama ini selalu menunjuk Apotek Setra dan Apotek Patradia untuk melayani pesien.

“Kita masih membutuhkan penyediaan tersendiri, obat tidak mengambil apotik di luar, untuk pelayanan publik di Bayu Asih,” ujar Hidayat, Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Bupati 2016, usai Rapat Paripurna Istimewa DPRD penyampaian keputusan DPRD tentang rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Bupati Purwakarta akhir TA 2016, Jumat (21/4).

Atas persoalan pengadaan obat, Hidayat meminta agar Pemkab Purwakarta untuk segera memperbaikinya.

“Pemkab Purwakarta harus menegur pihak ketiga, dimana kualitas pekerjaan masih di bawah standar. Karena semakin baik kualitas pekerjaan, maka biaya pemeliharaan semakin berkurang. Otomatis anggaran bisa efisien,” ujar Hidayat.

Selama ini obat yang ada di rumah sakit Bayu Asih jarang tersedia karena stoknya dibatasi. Pasalnya bufferstock obat sendiri dibiayai APBD Purwakarta sehingga harus melalui lelang. (Rekson)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY