Pengadaan Buku Kurikulum 2014 di Bayuasin Diselewengkan

Pengadaan Buku Kurikulum 2014 di Bayuasin Diselewengkan

369
0
SHARE

BANYUASIN, (WN) – Anggaran pengadaan Buku kurikulum 2014 mulai dari SMP, SMU se-Kabupaten Banyuasin yang dibayarkan melalui Dinas Pendidikan sebesar Rp.1,6 milyar terindikasi diselewengkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Sampai berita ini dimuat, buku tersebut belum juga diberikan kepada sekolah sekolah. Padahal, para kepala sekolah sudah menyetorkan uang Rp 10 juta kepada Dinas Pendidikan Bayuasin untuk mendapatkan buku.

Salah seorang kepala sekolah berinisial SI mengatakan, kami para kepala sekolah sudah lama menunggu buku kurikulum, namun belum turun juga ke sekolah. Sedangkan ini sudah mulai semester, sebenarnya buku sudah masuk ke sekolah bulan Juli kemarin akan tetapi sampai saat ini belum datang juga ke kami, ujarnya.

“Kami sudah menyetor uang ke salah seorang staf program inisial R sebesar Rp.10.000.000 untuk mendapatkan buku, berdasarkan petunjuk dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin
Drs. Merki. Msi, untuk pengadaan buku dengan menggunakan dana bos/APBN 2014.

Karena belum jelas peruntukan buku, maka kami minta supaya inisial R dapat segera mengembalikan uang Rp 10 juta yang sudah disetorkan untuk dikembalikan. Namun hal tersebut tidak digubris oleh R, selaku orang yang menerima uang.

Kepala Bidang Program Dinas Pendidikan, Sadiman.MPd mengatakan, ’bahwa buku memang belum datang dikarenakan ada kesalahan teknis, buku yang kami pesan melalui PT. Padi Merunduk di Jakarta terjadi perubahan dari LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah).

“Entah kenapa hal itu terjadi, sampai saat ini kami terus memantau masalah buku tersebut. Bahkan pihak ketiga sebagai pengalihan pengadaan buku PT.Gelia tetap kami hubungi, ujar Sadiman.

Sadiman pun menyangkal kalau uang itu dikumpulkan,” bahkan kepala sekolah sendiri yang transper ke rekening bersama Disdik Banyuasin,” ujar Sadiman. (Efri)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY