Pemko Tebing Tinggi & BI Wilayah Sumut-Aceh Sepakati MoU Urban Farming

Pemko Tebing Tinggi & BI Wilayah Sumut-Aceh Sepakati MoU Urban Farming

589
0
SHARE

TEBING TINGGI, (WN) – Dalam upaya meningkatkan ekonomi kerakyatan sekaligus mengendalikan inflasi, Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah IX (Sumut-Aceh) bersama Pemko Tebing Tinggi menandatangani nota kesepakatan atau MoU (memorandum of understanding) program Urban Farming Kota Tebing Tinggi.

Kami sangat berterimakasih kepada Bank Indonesia yang peduli atas pengembangan sektor pertanian kota atau Urban Farming Kota Tebing Tinggi. Program ini hendaknya bukan hanya BI saja yang peduli juga kami harapkan peran bank pemerintah dan bank swasta, ujar Ir.Umar Z.Hasibuan,MM, Walikota Tebing Tinggi dalam sambutanya pada acara tersebut di aula Pemko Tebing Tinggi, Senin (3/11/2014).

Di hadapan Direktur Eksekutif/ Kepala Kantor Kantor BI Wilayah IX (Sumut-Aceh)-Difi A.Johansyah, dan Sekda Kota Tebing Tinggi, Johan S.Harahap,SH,MSP, Walikota mengungkapkan, dengan luas 38 km2 dan penduduk sebanyak 168 ribu jiwa sekira tiga tahun mendatang, Kota Tebing akan lebih memegang peran penting sebagai kota interland dan jasa perdagangan yang dikelilingi perkebunan menjadikan kota ini cukup strategis.

Apalagi bila jalan tol Medan-T.Tinggi selesai langsung aksesnya ke bandara Internasional Kuala Namu maka kota ini akan cukup berpotensi menjadi kota kebun buah dan sayuran atau agrowisata. Dan melalui bantuan atau program yang dicanangkan BI ini kita berharap hasilnya dapat meningkatkan pendapatan perkapita warga Kota tebing Tinggi, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kantor BI Wilayah IX, Difi A.Johansyah menyatakan bangganya dengan kota lemang itu, pasalnya, tahun 2013 lalu mampu menjadi juara sebagai kota berprestasi untuk kategori kota yang mampu mengendalian inflasi atau TPID non IHK (Indeks Harga Konsumen).

Penghargaan tersebut menggambarkan bahwa kota Tebing Tinggi telah berhasil melakukan upaya pengendalian inflasi melalui berbagai kegiatan, seperti menggelar pasar murah setiap tahun,memberikan hak angkutan sembako lewat kota dan memberikan subsidi produk sembako,ungkapnya

Dijelaskan Difi Johansayah, konsep Urban Farming merupakan cara berkebun yang memanfaatkan pekarangan atau halaman rumah yang diharapkan menjadi suatu budaya baru yang tak hanya bermanfaaat secara ekologi namun memiliki nilai ekonomis dan estetika. Dalam ini, kata Difi,masyarakat dapat memilih berbagai media tanam seperti tabulampot,rak,bahkan memanfaatkan barang bekas sepeti paralon, talang air, bambu atau ember dan barang lainnya.

Sebagai bentuk dukungan awal dan implementasi kerjasama tersebut, BI Wilayah IX memberikan 30 paket rak tanaman hortikultura beserta benih dan pupuk kepada masyarakat atau petani di Kota Tebing Tinggi.

Kepala Dinas Pertanian Kota Tebing Tinggi, Marimbun Marpaung,SP kepada wartawan menjelaskan, program urban farming ini sangat diminati warga Kota Tebing Tinggi terutama petani pra sejahtera. Gabungan kelompok petani (Gapoktan) binaan Pemko Tebing Tinggi ada 350 kelompok. Ada 10 kelompok yang dibantu dan dibina serta diberi pelatihan. Setiap satu kelompok diberi 3 rak.

Untuk tahap pertama ini, kata Marimbun, ada 3 kelurahan yang diberi bantuan dan dibina, yaitu; Kelurahan Badar Utama, Persilakan dan Tualang. Hasil sayur mayur ini juga pemasaranya kita bina mereka. Kami yakin dengan hasil sayur dan buah yang asli organik pasti konsumen mau membelinya. Di setiap protokol jalan kota Tebing nantinya hasil pertanian ini kita jual atau kita pajangkan.

Harapan kita selanjutnya BI bersama Gapoktan dan Pemko Tebing Tinggi terus sinergi untuk bekerjasama melatih dan membina petani kota ini, sehingga pada akhirnya program urban farming ini bermanfaat dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya ekonomi menengah dan ke bawah,,jelas Marimbun. ( Harry/Roy )

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY