PAUS Merebus Ikan di Hajoran, Nelayan Ancungkan Salam 2 Jari

PAUS Merebus Ikan di Hajoran, Nelayan Ancungkan Salam 2 Jari

701
0
SHARE
Pastor Rantinus Manalu ikut membantu nelayan merebus ikan (mengolah) hasil tangkapan dari laut di Desa Hajoran, Pandan, Kamis (27/1/2017)
Pastor Rantinus Manalu ikut membantu nelayan merebus ikan (mengolah) hasil tangkapan dari laut di Desa Hajoran, Pandan, Kamis (27/1/2017)

Tapteng, (WN) – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) nomor urut dua (2) Pastor Rantinus Manalu dan Ustad Sodikin Lubis disingkat PAUS menyapa para nelayan dan warga di Desa Hajoran, Kecamatan Pandan, Tapteng, pada hari Kamis (26/1/2017).

PAUS mendapat pengalaman baru dari para nelayan soal mengelola home industry pengolahan ikan, mulai dari soal modal, bahan baku, keterampilan, tenaga kerja dan pemasaran.

“PAUS bersama team hari ini menyapa masyarakat di Hajoran dan kalangan Desa Hajoran, Kecamatan Pandan,” ujar Ustad Sodikin Lubis.

Dari pantauan Harian Warta Nasional menyebutkan, selain Ustad Sodikin Lubis terlihat juga Pastor Rantinus Manalu ikut membantu nelayan merebus ikan (mengolah) hasil tangkapan dari laut.

Sedangkan para relawan Salam 2 Jari sibuk membagi-bagikan baju kaos ajakan untuk memilih nomor 2 pada pilkada serentak tanggal 15 Pebruari 2017.

Kedatangan PAUS ke daerah Desa Hajoran, Kecamatan Pandan untuk mendegar langsung keluhan para nelayan yang tinggal diatas laut.

Perlu diketahui, warga Hajoran tinggal di atas laut jumlahnya ribuan keluarga. Mereka senang tinggal ditempat tersebut, walaupun kadang menghadapi berbagai macam tantangan, seperti angin kencang juga ombak besar, dan sudah siap menghadapi resiko apapun yang terjadi.

Sebenarnya  bukan hal yang baru lagi tempat pemukiman ini jika dihitung sudah ratusan tahun penduduk tinggal ditempat ini. Sebenarnya warga sangat mengharapkan kepedulian pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah agar tempat ini dijadikan tempat wisata “Negeri Wisata Sejuta Pesona”, sebab tempat ini adalah lintasan provinsi di wilayah Sumatera.

Namun karena selama ini kurangnya perhatian Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah membuat membuat daerah Hajoran susah berkembang. Padahal Desa Hajoran sudah ada industri pengolahan ikan asin dengan cara penggaraman diikuti proses perebusan didirikan pertama kali tahun 1987.

Ironisnya, hingga sekarang mobil Angkot (angkutan umum) sangat jarang melintas ke tempat ini, jadi mau tak mau dari pada anak-anak terlambat ke sekolah, becak yang melebihi muatan pun jadilah.

“Karena jarak tempuhnya yang lumayan jauh, anak-anak disini harus rela berdesakan di atas becak agar tidak terlambat tiba di sekolah masing-masing,” ujar Winda.

Menurutnya, besar harapan kami jika PAUS menang pilkada untuk dapat membuka rute angkutan ke tempat ini, harapnya. (Rekson Pasaribu)

paus
Ustad Sodikin Lubis ikut membantu nelayan

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY