PAUS Kunjungi Proyek Patung Anugerah yang ” Rugikan Negara “

PAUS Kunjungi Proyek Patung Anugerah yang ” Rugikan Negara “

2300
0
SHARE

Tapteng, (WN) – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Pastor Rantinus Manalu dan Ustad Sodikin Lubis disingkat PAUS berjanji membersihkan birokrasi dari tindak pidana korupsi di kepemimpinannya jika rakyat bulat memilih mereka di Pilkada 15 Pebruari 2017 nanti.

Pasalnya, praktek korupsi yang terjadi selama ini, sudah cukup menyengsarakan rakyat dan merugikan keuangan negara. Salah satunya adalah dugaan korupsi proyek pembangunan Patung Anugerah di dua lokasi, Bukit GM dan di Labuan Angin, Desa Pargodungan, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng, Sumatera Utara.

Untuk melihat lokasi proyek Patung Anugerah yang ditelantarkan tersebut, calon Wakil Bupati Tapteng Ustad Sodikin Lubis bersama rombongan relawan Salam 2 Jari datang berkunjung menuju lokasi patung pada Sabtu (27/1/2017).

Suasana lokasi patung Anugerah sudah menjadi sarang hewan liar dan ditumbuhi rumput ilalang mirip seperti hutan kembali, karena tak pernah dipedulikan lagi oleh instansi Pemerintah daerah sebelumnya.

“Tapanuli Growth bin sejuta pesona yang gagal. Ada patung yang menakutkan nilainya miliaran tidak berpungsi sekarang,” ujar Wakil Bupati Tapteng Ustad Sodikin Lubis diakun Facebooknya hari ini.

Kata Ustad Sodikin Lubis, dan yang sangat mengerikan ada bekas tambak Lele Jumbo yang tidak jelas. Wahai saudaraku apakah Tapanuli Growth Jilid II patut di lanjutkan? sangat patut kita renungkan wahai sahabat semua, ujar ustad.

Sedangkan calon Bupati Tapteng Pastor Rantinus Manalu mengatakan, jika terpilih nanti tidak ada lagi korupsi. “Di Tapteng akan kita sikat habis itu korupsi,” ujar Rantinus Manalu.

Dengan sabar, para rombongan PAUS berjalan kaki menuju pembangunan patung Anugrah walaupun cukup sulit melewati semak-semak. Berkat bantuan pemandu jalan, akhirnya rombongan PAUS sampai dilokasi dan mengabadikan gambar patung.

Dugaan korupsi pembangunan patung Anugerah di bukit GM dan Labuan Angin yang menelan biaya puluhan milyar dari APBD Tahun 2010 sudah ditangani Subdit III/ Tipikor Polda Sumut.

Namun proses penyidikan polisi mandek sejak dibangun 9 tahun lalu atau mulai dari pembangunan tahun 2008 hingga sekarang. Patung ini dijadikan sebagai saksi bisu atas lemahnya pengusutan korupsi di Tapteng. (Rekson Pasaribu)

Patung Anugerah

Patung Anugerah 3

 

 

 

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY