Pastor dan Ustad Cetak Generasi Muda Anti Korupsi di Tapteng

Pastor dan Ustad Cetak Generasi Muda Anti Korupsi di Tapteng

1862
0
SHARE
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Pastor Rantinus Manalu dan Ustad Sodikin Lubis disingkat PAUS disambut ratusan warga.
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Pastor Rantinus Manalu dan Ustad Sodikin Lubis disingkat PAUS disambut ratusan warga.

Tapteng, (WN) – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Pastor Rantinus Manalu dan Ustad Sodikin Lubis disingkat PAUS tengah memasang ancang-ancang dalam memberantas korupsi di lingkungan birokrasi Pemerintah Daerah.

Serta mencetak generasi muda anti korupsi yang harus diterapkan sejak dini agar kelak tidak menjadi pejabat yang koruptif. Mengingat selama ini sangat banyak para mantan Bupati Tapteng yang dijebloskan ke penjara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terlibat korupsi.

Hal itu bisa terlaksana jika rakyat kompak memilih pasangan Salam 2 Jari ini untuk menang pilkada pada tahun 2017 nanti. PAUS dalam kampanye-nya berkomitmen, akan segera membersihkan “budaya korupsi” di tubuh birokrasi pemerintahan dan bekerjasama dengan KPK.

“Perlu dicatat tidak akan ada nanti tindakan korupsi di kepemimpinan kami dengan pak Ustad Sodikin Lubis, jika kami terpilih sebagai pemimpin di pemerintahan Kabupaten Tapanuli Tengah. Akan kita sikat habis itu korupsi,” ujar Pastor Rantinus Manalu kepada wartawan di lapangan sepakbola, kecamatan Pasaribu Tobing, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (15/1/2017).

Menurut calon bupati dari jalur perseorangan tersebut, praktek korupsi yang terjadi selama ini, sudah cukup menyengsarakan rakyat Tapanuli Tengah.

Selain membersihkan budaya korupsi di tubuh birokrasi, Rantinus juga berjanji, tidak akan melakukan praktek korupsi selama kepemimpinannya, sekaligus mengharamkan transaksional jabatan yang selama ini sudah terjadi di lingkungan Pemkab Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Kalau hal itu terjadi, bagaimana para pejabat memikirkan nasib rakyat. Tidak ada kata Ya, untuk korupsi, sudah cukup menderita rakyat kita,” tegas Rantinus.

Bahkan PAUS rencananya akan bekerja sama dengan KPK seperti yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dengan bentuk pengadaan pelatihan atau training mengenai korupsi kepada anak-anak.

Saat orientasi sekolah. Anak akan diuji dengan ‘deteksi dini’ potensi perilaku korupsi dengan bentuk questionnaire atau pertanyaan-pertanyaan yang berisi tentang pemberian pemahaman yang benar kepada anak soal hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. (Rekson Pasaribu) i

 

 

 

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY