Pabrik Pengolah Kulit Busuk Digrebek Polisi

Pabrik Pengolah Kulit Busuk Digrebek Polisi

231
0
SHARE

BANDUNG, (WN) – Sebuah pabrik pengelolaan kulit sapi di gerebek anggota Satreskrim Polrestabes Bandung dan Unit Reskrim Polsekta Bandung kidul pada hari Kamis lalu. Pabrik yang mengelola kulit sapi import dari Australia ini terletak di Babakan Karees RT 05/RW 02 kelurahan Mengger kecamatan Bandung Kidul.

Penggerebekan ini di mulai sekitar 15.00 dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Kombes pol Angesta Romano Yoyol. Ia mengtakan pengungkapan kasus ini bermula dari informasi dari masyarakat yang terganggu dengan bau busuk yang menyengat hidung di sekitar pabrik itu.

“Kata warga di sekitar pabrik kulit tersebut baru 2 minggu beroperasi, selama 2 minggu warga disini mengeluh mencium bau busuk, mereka lalu melapor ke polsek Bandung Kidul tidak jauh dari lokasi. Setelah di cek oleh polisi ternyata tempat ini adalah pabrik pengelolaan kulit sapi import dari Australia, kulit in nantinya akan diolah menjadi bahan baku makanan, di lokasi ini WN menemukan banyak kulit yang sedang di rendam di dalam drum, teteapi kondisi kulit tersebut sudah berulat.

“Banyaknya kulit membusuk yang di olah di pabrik ini membuat bau tak sedap tercium hingga beberapa meter. Di lokasi pabrik terdapat tiga bangunan, namun hanya satu yang di gunakan sebagai pengelolaan kulit sapi seperti terlihat di gambar ini. Di bagian depan pabrik terdapat kandang ayam berukuran besar, di bawah kandang ayam ini kulit-kulit sapi yang belum diolah di simpan.

Ia menuturkan, kulit yang telah di olah di pabrik ini di jual kembali dipasaran sebagai bahan baku makanan berbahan dasar kulit. Biasanya kulit ini nantinya diolah menjadi kikil atau kerupuk kulit, tutur Kapolrestabes.

Pak Kapolrestabes menduga pabrik ini menggunakan bahan kimia berbahaya untuk mengelola kulit sapi busuk agar kembali terlihat layak untuk di komsumsi, tetapi ini tidak layak tadi saja di temukan ada ulatnya, ujar Kapolrestabes.

Meski demikian, kata dia, polisi belum bisa memastikan bahan kimia apa yang di gunakan untuk menghilangkan bau dan memutihkan sapi yang yang sebelumnya berwarna hitam dan coklat. Nanti akan di ambil samplenya untuk diuji di laboratorium, kata Kapolrestabes.

Dari tempat tersebut polisi mengamankan barang bukti empat ton kulit sapi. Mereka juga mengamankan JJ pemilik pabrik, dan dua pegawainya, DD dan KK, ketiganya langsung di bawa untuk menjalani pemeriksaan. Jadi, kami belum tahu alur penjualannya seperti apa.

Menurut Kapolrestabes pemilik pabrik bisa dijerat dengan Undang-undang pangan serta undang-undang kesehatan untuk kepentingan penyelidikan, polisi lalu menyegel pabrik penggunaan police line. (Arini/D.Sitorus)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY