Oknum Camat dan Staf Pungli APBD Untuk DID Rp 42-63 Juta Dari...

Oknum Camat dan Staf Pungli APBD Untuk DID Rp 42-63 Juta Dari 21 Desa

189
0
SHARE

BANYUASIN, (WN) – Anggaran Dana Infrastruktur Desa (DID) di Kecamatan Rantau Bayur telah diduga terjadi penyimpangan yang dilakukan oleh oknum Camat dan Staf Kecamatan melalui Pungutan Liar (Pungli) dari puluhan kepala desa sebesar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta perdesa/ kelurahan atau Rp 42 juta dan Rp 63 juta.

Hasil pantuan Harian Warta Nasional menyebutkan, oknum Camat dan staf Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Bayuasin diketahui berinisial ADR dan Camat berinisial FRS. Mereka telah sekongkol menghalalkan segala cara memotong anggaran DID dari para kepala desa untuk masuk ke kantong mereka masing-masing demi memperkaya diri sendiri.

Modus para oknum diketahui dari pengakuan inisial B (30) salah satu Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Kecamatan Rantau Bayur. Menurut B pada (20/11), mengatakan, pemotongan dana yang tidak jelas kegunaanya telah terjadi.

“Awal mulanya terjadi pemotongan anggaran DID, itu saat pencairan anggaran DID sebesar 40 persen atau sebesar Rp 106.000.000,- di salahsatu bank di Bayuasin, disitulah oknum Staf Kecamatan Rantau Bayur inisial ADR meminta pemotongan Rp 2 juta/ desa dari 21 desa yang ada di Kecamatan Rantau bayur, jika diglobalkan totalnya sebesar Rp 42 juta. Kemudian Camat FRS juga ikut terlibat meminta pemotongan Rp 3 juta / desa dari 21 desa dengan totalnya Rp 63 juta, “ujarnya sembari menunjukkan catatan uang keluar kepada wartawan.

Secara global, APBD Bayuasin Tahun 2014 telah dialokasikan untuk anggaran Dana Infrastruktur Desa (DID) sebesar Rp.91.200.000.000, atau sebesar Rp 300.000.000 / 304 Desa yang ada di 19 Kecamatan, di Kabupaten Bayuasin.

Dimana pelaksanaan pencairan DID/desa dan kelurahan diterapkan melalui azas dan kedudukan, Pasal 2 yang berbunyi sebagai berikut, pembiayaan bersumber dari APBD Banyuasin dianggarkan melalui SKPD terkait yang disesuaikan dengan jenis dan perioritasnya.

Sementara, Camat Rantau Bayur, Firmasyah.SE.Msi saat kami kompirmasi melalui via telepon dia tidak mau mengangkat. Sedangkan Staf Kecamatan inisial ADR, saat dikompirmasi melalui telepon menyangkal telah menakukan pemotongan. “Saya sudah bekerja sekeras mungkin untuk memperbaiki kecamatan ini yang selama ini dianggapnya tidak bagus. Saya siap jika dipanggil oleh penegak hukum (Polri dan Kejari), katanya. (DRL)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY