Ngaku Tokoh Masyarakat Serang Timur, Jadi Mafia Tanah Sengketa

Ngaku Tokoh Masyarakat Serang Timur, Jadi Mafia Tanah Sengketa

636
0
SHARE

H. Uding SERANG,(WN) – Sulit untuk mendefinisikan siapa H. Uding. Mengingat pria kelahiran Desa Nyompok Kabupaten Serang ini terbilang sukses walau tanpa mengenyam pendidikan.

Suksesnya H. Uding mengaku ngaku sebagai seorang tokoh masyarakat Serang Timur yang terus berekspansi mengkedepankan orang banyak,’katanya.Setelah di selusuri siapa H.Uding, dia adalah mafia Tanah atau pengusaha jual beli tanah, bahkan tanah kepemilikannya ribuan hektar.

Hasil investigasi Harian Warta Nasional, H.Uding diduga memiliki jaringan tanah sengketa yang bisa di jadikan hak milik oleh H. Uding, seperti tanah di wilayah Kecamatan Kibin Pasar Tambak Desa Kibin seluas 16.320 hektar milik status KUO di sulap menjadi Tanah Hak milik oleh H.Uding, diduga bekerjasama dengan para oknum BPN Kab.Serang, Pengadilan Negri Serang, Pengadilan Tinggi Banten, dan Mahkamah Agung RI.

Serta Notaris dari Pring Sewu Lampung, Uding menggarap tanah sengketa milik Pertani Persero di bilang sukses menjadikan tanah pertani menjadi hak paten Sakman bin Karim yang diduga setingan Uding, dan Uding diduga mengurus semua pendanaan hingga ratusan juta bahkan milyaran untuk memenangkan tanah tersebut hingga dari pengadilan Negeri Serang,

Bahkan Pengadilan Tinggi Banten serta Mahkamah Agung Republik Indonesia memenangkan atas setingan tersebut atas nama ahli waris Sakman bin Karim sesuai hasil putusan Pengadilan Tinggi Banten No.41/pdt/2009/PT.BTN. Dimana amar putusannya berbunyi, para pembanding II semula para penggugat intervensi sebagai satu-satunya yang berhak atas warisan peninggalan Sakman Bin Karim.

Semua pihak,yang menempati,memiliki hak,agar menyerahkan tanah tersebut dalam keadaan kosong bila perlu dikosongkan dengan memakai alat negara, H. Uding setelah sukses memenangkan tanah Sengketa tesebut milik HGB No. 2 dari PT.Pertani Persero, H. Uding menggusur tanah seluas 16.320 M2, dan membuat lahan tanah tersebut dijadikan Pasar Baru Tambak yang di kelola oleh Andre dan Buyung Rijal, dibiayai oleh Matrial H. Kemi yang sampai sekarng masih banyak tunggakan ratusan juta hingga si pemilik matrial meninggal dunia.

H. Uding hingga kini masih banyak piutang ratusan juta ke si pemilik matrial untuk pembuatan pasar tambak. Selain Pasar H.Uding membagikan Tanah tersebuat untuk pembuatan Kantor Polsek,dan para oknum yang membantu proses pemenangan atas dasar tanah seluas 16.320 m2. Ke beberapa oknum. Dalam bentuk Notaris asal Pring Sewu Lampung.

H. Uding kini menguasai tanah atas nama Sakman Bin Karim hasil putusan Pengadilan Tinggi Banten No.41/pdt/2009/PT.BTN, padahal hasil komitmen dengan nama ahli waris sakman bin karim akan diberikan kompensasi biaya hasil penjualan dari hasil tanah seluas 16.320 m2 tersebut.

Hingga kini ahli waris Sakman Bin Karim belum menerima dari hasil komitmen H.uding sebagai penyandang dana ahli waris. Setelah di investigasi kini h.uding bermain dengan pihak Dirut PT.Pertani Persero atasnama Edy Budiono untuk membalik nama H.Uding Bin Sarpan bukan atas nama Sakman Bin Karim karena H. Uding diduga memiliki Surat HGB.No.2 Palsu pelimpahan data atasnama PT. Pertani Persero ke nama H.Uding Bin Sarpan.

Kepemilikan HGB No. 2 kami konfirmasi langsung dengan H.Uding, bahkan membenarkan H. Uding memiliki HGB.No 2 atas nama H.Uding dari pelimpahan berkas PT.Pertani Persero, ungkap Uding, tapi Uding membantah keras bahwa HGB yang diduga palsu tersebut miliknya itu milik mantan pengacara saya yaitu Afandi, dia yang buat HGB itu ini semua buatan Afandi,’ungkap H.Uding ke Warta Nasional.

Dan kini putusan kasasi MA No.460 K/PDT/2010,yang menolak para pemohon kasasi serta menguatkan keputusan Pengadilan Tinggi di atas,bahkan putusan peninjauan kembali (PK) No.238 PK/PDT/2013 yang amar putusanya Menolak permohonan PK oleh pemohon PT.Pertani Persero,melalui Dirutnya EDY Budiono di tolak oleh Mahkamah Agung.

Pengelola Pasar Tambak seluas 16.320 m2 H.uding Bin Sarpan serta Oknum Pasar Andre Buyung rijal sudah beberapa kali di berikan teguran oleh ahli waris Sakman Bin Karim hingga teguran ke satu-ke dua ke tiga tapi si pengelola H.Uding tetap bertahan membangun pasar dan melakukan perbuatan melawan hukum,

Pada awalnya H.Uding hanya membantu para ahli waris,namun kini ingin H.Uding menguasai fisik tanah dengan membangun Kios/Ruko dan melakukan perbuatan melawan hukum melalui IMB No.503/16/BTPTPM/2013 Kabupaten Serang,justru setelah perintah pengosongan di lakukan oleh pengadilan Negeri Serang IMB tersebut dibuat tanpa seizin para ahli waris pemenang MA tersebut.

Kini ahli waris si pemilik tanah pasar Tambak Kibin melakukan cara memberikan surat teguran ketiga kepada si pengelola/pengurus pasar maupun para pedagang diatas tanah Blok 50 RT.02/01,bekas HGB N0.2/kibin,surat ukur no.4/1939 seluas 16.320 M2,maupun para pedagang pasar tambak untuk agar tidak memperpanjang kontrak kios kepada si pengelola pasar yaitu H.uding bin sarpan, dan mengosongkan, menutup kios dengan segera,tetapi kontrak kini diperpanjang satu tahun ke depan oleh pihak pedangan ke H.Uding selaku mafia tanah. (Nazip)

 

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY