Nasib Wabup Cirebon Diujung Tanduk

Nasib Wabup Cirebon Diujung Tanduk

130
0
SHARE

CIREBON, (WN) – Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan akan menahan siapapun yang terlibat dalam dugaan korupsi penggunaan dana APBD Kabupaten Cirebon untuk belanja hibah dan bantuan sosial tahun anggaran 2009-2012. Termasuk menahan Wakil Bupati (Wabup) Cirebon, Tasiya Soemadi Al Gotas yang berstatus sebagai tersangka kasus korupsi senilai Rp1,8 miliar.

Namun, untuk menahan orang nomor dua di Kabupaten Cirebon, Korps Adhyaksa masih menunggu izin yang dikeluarkan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri.  “Belum ada izin dari menteri dalam negeri, kalau sampai 30 hari tidak ada (izin) baru kita lanjuti (penahanan),” kata Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus, Maruli Hutagalung, Sabtu (2/5).

Dia memastikan, penahanan tersangka Soemadi akan dilakukan setelah permohonan izin yang diajukan ke Kemendagri sudah melewati waktu 30 hari. “Saat ini kan belum, tunggu saja tanggal mainnya,” jelas dia. Kejagung sebelumnya telah mengirim surat ke Kemendagri untuk menahan Tasiya yang masih berstatus kepala daerah. ‎”Rasanya sudah (dikirim),” ungkap Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, R Widyo Pramono seolah memastikan surat tersebut  dikirim sejak awal April 2015.

Pengiriman surat ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Di mana untuk menahan seorang kepala daerah atau wakilnya harus mendapat persetujuan Mendagri.

Sementara itu, usai dilakukan pemeriksaan Tasiya Soemadi lebih memilih irit bicara. Tasiya Soemadi yang mengenakan batik berwarna oranye dikombainasi hitam hanya mengaku diperiksa sebagai saksi. “Saya sudah diperiksa,” tuturnya usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta.

Dia juga mengaku hanya ditanya seputar kronologis penggunaan APBD Kabupaten Cirebon untuk belanja hibah dan bantuan sosial tahun 2009-2012. “Kaitannya soal bansos itu, itu saja,” ujar Tasiya Soemadi yang juga mantan ketua DPRD Kabupaten Cirebon 2004-2014 itu.

Perlu diketahui, jaksa penyidik pidsus Kejagung telah menahan dua tersangka dalam kasus bansos APBD Kabupaten Cirebon tahun 2009-2012 di rutan Kejagung cabang Salemba, Jakarta. Namun, satu tersangka di antaranya yakni Tasiya Soemadi tidak dilakukan penahanan. Sedangkan, kedua tersangka lainnya yang telah ditahan merupakan koordinator penyerahan bansos, yakni wakil sekretaris DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Cirebon Emon Purnomo dan Ketua PAC PDIP Kecamatan Kedawung, Subekti Sunoto.

Atas perbuatannya, Emon Purnomo, Subekti Sunoto dan Tasiya Soemadi dijerat Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 jo Pasal 20 tahun 2001 jo Pasal 64 Ayat 1 jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP dengan ancaman 20 tahun kurungan penjara. (RT)

 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY