Munaslub Golkar Solusi Terbaik Untuk Bersatu

Munaslub Golkar Solusi Terbaik Untuk Bersatu

358
0
SHARE

JAKARTA, (WN) –  Wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golongan Karya (Golkar) seharusnya diterima sebagai solusi terbaik menyelesaikan sengketa kepengurusan yang sudah berkepanjangan di partai tersebut. Namun, semua pihak juga harus sepakat bahwa munaslub bertujuan menyatukan dua kubu yang bersengketa, bukan membuat kubu-kubu baru yang semakin memecah partai berlambang pohon beringin itu.
Sudah banyak tokoh Partai Golkar mengusulkan perlu­nya digelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk menyelesaikan konflik partai berlambang pohon beringin itu.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali, Siti Hediati Haryadi mengatakan, persoalan siapa yang memimpin Partai Golkar ke depan, biarlah semua peserta Munaslub yang akan menentukan. “Munaslub memang sudah waktunya untuk dilaksanakan. Kalau tidak, akan berlarut-larut terus persoalan kepengurusan Partai Golkar”, ujar sapaan Titiek Soeharto ini kepada wartawan.
Sementara Pengamat Politik  dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, yang dihubungi SH di Jakarta, Senin mengungkapkan, jika memang para kader ingin menyelamatkan Partai Golkar, sudah saatnya menghindari sikap saling ngotot.
Menurut Emrus, munaslub dapat menjadi solusi karena proses hukum akan berlarut-larut. Semakin lama bersengkata, Partai Golkar akan kian ketinggalan dibandingkan partai-partai lain.
“Bahkan boleh dibilang, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 ini, mereka sebenarnya sudah gagal karena sebagai partai besar, mereka tidak banyak mencalonkan kepala daerah. Apa kegagalan ini mau berlanjut sampai Pemilu 2019?,” tuturnya.
Selain berlarut-larut, proses hukum juga memecah kader. Pada akhirnya, akan ada pihak yang menang dan yang menjadi pecundang. Mereka yang kalah akan merasa terbuang. Padahal, Golkar punya banyak kader potensial.
“Sebab itu, lebih baik diselesaikan lewat munaslub. Politik itu intinya berbagi kekuasaan. Mereka bicarakanlah di munaslub mengenai siapa mendapat apa. Kalau terus ngotot, tidak akan selesai ini,” ucapnya.
Namun rencana itu ditentang Ketua Umum DPP Partai Golkar (PG) versi Munas Bali, Aburizal Bakrie (ARB) memandang wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) tidak tepat. “Saat ini dengan keputusan Munas Bali, baru ada Munas kembali 2019,” kata ARB usai melakukan ziarah dalam rangka HUT PG ke-51, di Taman Makam Pahlawan Nasional, Kalibata, Jakarta, Selasa (20/10). (son)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY