Mencium Niat Jahat Aburizal Bakrie Untuk Kepentingan Pribadi dan Kelompoknya

Mencium Niat Jahat Aburizal Bakrie Untuk Kepentingan Pribadi dan Kelompoknya

1409
0
SHARE

Jakarta, (WN) – Wasekjen DPP Partai Golkar, Samsul Hidayat mencium adanya niatan jahat Aburizal Bakrie (ARB) cs untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Menurutnya, persekutuan ARB cs untuk melawan Putusan Tetap Mahkamah Agung RI terkait SK Menkumham RI sudah mulai digulirkan.

“ARB cs akan melawan keputusan penetapan kembali kepada hasil Munas Riau dan segera melakukan Munas Rekonsiliasi selambatnya Desember 2015 dengan memaksa Menteri Hukum dan Ham RI Yasona Laoly agar segera menerbitkan SK penetapan hasil Munas Bali,” terang Samsul dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Selasa (27/10).

Dia tegaskan, persekutuan dan apa yang dilakukan ARB cs tentu kontra produktif dengan semangat rekonsiliasi yang seharusnya dikedepankan. “Tidak kurang dari upaya keras tokoh senior Partai Golkar yang juga Wapres RI yakni pak Jusuf Kalla (JK) yang telah menjembatani terjadinya Munas Rekonsiliasi tersebut, namun demikian tidak direspon positif oleh ARB dengan tetap melakukan pembangkangan,” katanya.

Agung Laksono, lanjut Samsul sebagai kader golkar dan negarawan sejati demi keutuhan Partai Golkar paska Putusan MA, secara tegas dengan ikhlas menyatakan apabila digelar Munas Desember 2015 nanti dirinya tidak akan maju lagi sebagai calon ketua umum(Caketum) dan meminta ARB melakukan hal yang sama.

Selain itu, lanjut dia, Agung juga telah memberikan kepada Kader Muda Partai Golkar untuk ambil bagian dalam suksesi kepemimpinan Partai Golkar. “Saya salut atas pernyataan pak Agung yang tidak akan maju lagi kalau ada Munas, pertanyaannya apakah ARB punya jiwa kenegarawanan dan menyerahkan estafet kepemimpinan Golkar kepada kader muda?” tegasnya.

Samsul menduga ARB tak akan mengikuti niat baik Agung yang ingin Golkar dipimpin kalangan muda demi mengembalikan kejayaan partai.

“ARB kelihatannya tidak legowo dan mengasuh terus syahwat kekuasaannya, malah tidak lebih Fraksi Partai Golkar dan beberapa personal yang tergabung dalam KMP sudah melakukan tekanan-tekanan politik anggaran (APBN) dan seleksi capim KPK terhadap Jokowi agar meloloskan keinginannya, agar Menkumham menetapkan kepengurusan hasil Munas Bali,” jelas dia.

Menurut Samsul, saat ini sudah tersebar isu ada oknum kekuasaan yang menekan Menkumham Yasona Laoly. Dia kabarnya ditekan bakal direshuffle kalau tidak mengakomodir kubur ARB. “Sungguh tidak bermoral mudah-mudahan Pak jokowi tidak gegabah dalam mengambil keputusan,” harapnya. (RL/SN)

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY