Mau Memiliki Onderdil Motor, Bocah 13 Tahun Tikam Teman Hingga Tewas

Mau Memiliki Onderdil Motor, Bocah 13 Tahun Tikam Teman Hingga Tewas

212
0
SHARE

BANYUASIN, (WN) – ” Bravo ” Polsek Banyuasin I bersama dengan Jajaran Polres Banyuasin kembali mengungkap kasus pembunuhan yang tergolong unik dan sadis dilakukan anak di bawah umur, MY (13), di kebun karet dalam kawasan Desa Durian Ijo, Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, Selasa lalu.
Korbannya tersangka MY adalah teman sepermainannya sendiri, Abdul Hamid Bin Abdul Rozak (11) yang sedang mencari burung di hutan dengan menggunakan sepeda motor. Hal itu disampaikan Kapolres Banyuasin AKBP. Julihan Muntaha di ruangan Aula Polres Banyuasin kepada Harian Warta Nasional.

Menurut Kapolres, setelah sampai di hutan tersangka MY mengajak korban mencari burung dengan arah dan jalan yang berbeda, namun secara diam-diam tersangka MY berbelok arah dan mengikuti jalan yang di pilih korban, pada saat korban lengah tersangka MY melakukan pemukulan dari belakang dengan menggunakan kayu.

Melihat korbannya terjatuh, tersangka MY menusuk bagian perut korban dengan pisau sebanyak 2 kali dan 1 kali di bagian paha. Setelah korban meninggal dunia tersangka MY pulang ke rumahnya tanpa memberitahukan kejadian yang baru dilakukannya kepada siapapun, “menurut pengakuan tersangka, dia sempat kembali ke TKP untuk mengambil onderdil motor korban berupa karburator dan knalpot untuk di pasang pada sepeda motornya”, terang Kapolres.

Dalam penanganan kasus pembunuhan ini karena pelaku masih di bawah umur maka kita menerapkan Undang-Undang Perlindungan Anak, tanpa mengabaikan pasal 338 dan pasal 340 KUHP, tidak ada penahanan terhadap tersangka, yang kami lakukan hanya untuk pengamanan karena ada permintaan dari keluarga tersangka dan memang aturannya seperti itu jika menyangkut kasus anak.

“Jadi intinya untuk kelanjutan kasus ini kita menunggu putusan pengadilan terhadap tersangka dulu, sedangkan untuk test kejiwaan dan test urine akan segera dilakukan untuk mengetahui kondisi kejiwaan dan pengaruh narkoba, serta untuk kelengkapan pemberkasan kasus ini ke kejaksaan “, paparnya Kapolres.

Sementara itu Kapolsek Banyuasin I AKP. Helmi Ardiansyah, SH mengatakan kasus ini terungkap karena adanya laporan dari orang tua korban ke Polsek Mariana terkait hilangnya korban yang masih sekolah di kelas 2 Sekolah Dasar (SD) ini. Selanjutnya Kapolsek bersama anggotanya melakukan liddik dan penyisiran, alhasil pelaku hilangnya korban mengarah kepada tersangka MY yang merupakan teman sepermainannya.

Melalui pendekatan yang preventif tanpa pemaksaan dan kesabaran dari pihak kepolisian akhirnya pelajar kelas 2 Madrasah Tsanawiyah (MTs) ini menunjukan lokasi terjadinya pembunuhan, “team polsek bergerak cepat ke TKP dan menemukan sosok bocah dengan posisi telungkup dengan 2 tusukan mematikan di bagian perut, selanjutnya team mengevakuasi mayat korban untuk dilakukan visum dan diserahkan dengan keluarga korban”, papar Kapolsek.

Saat di temui di ruangan aula Polres Banyuasin bersama kedua orang tuanya tersangka MY yang merupakan anak dari pasangan Bapak Bukhori dan Ibu Suli’ah terlihat menunduk dan menangis, dibalik wajah lugu dan polosnya tidak terbayangkan kalau perbuatan yang dilakukannya tergolong kejam dan sadis.

Menanggapi kasus pembunuhan ini Kapolres Banyuasin menghimbau kepada masyarakat khususnya orang tua untuk tetap memberikan prioritas dan menjaga serta memproteksi efek negatif dari kemajuan teknologi IT yang tidak layak di tonton anak baik di televisi, dan media sosial lainnya, “yang terbaik adalah memberikan perhatian dan kasih sayang terhadap keluarga serta meningkatkan nilai keimanan kepada Allah SWT”, pungkasnya. (Drs/Efri). kapolres banyuasin

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY